Bacaan Kitab Setahun: 2 Timotius 3–4; Mazmur 81–84
“Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” — Filipi 1:6
Semasa remaja, saat mengikuti sebuah perkemahan musim panas, saya pernah merasa tidak nyaman dan terasing di tengah sekelompok peserta lainnya. Ketika salah seorang dari mereka mengolok-olok penampilan saya, hati saya terasa perih. Saya langsung berlari pulang ke tenda dan berpura-pura tidur ketika pemimpin grup datang memeriksa. Keesokan harinya, saya memilih untuk menghindar saat ia mencoba membicarakan kejadian itu.
Beberapa waktu kemudian, ia menulis selembar surat untuk saya, dengan tujuan untuk membantu saya memahami bahwa Allah benar-benar peduli kepada saya. Dalam surat itu, ia mengutip perkataan Rasul Paulus: Kita bisa “yakin sepenuhnya, [bahwa] Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Flp. 1:6). Kata-kata sang rasul terasa seperti ditujukan langsung kepada saya.
Paulus menulis surat ini kepada jemaat di Filipi, yang telah dirintisnya lebih dari satu dekade sebelumnya, guna mendorong mereka agar semakin sungguh-sungguh mengasihi Allah dan satu sama lain “dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian” (ay. 9). Allah akan meneruskan pekerjaan-Nya di dalam dan melalui diri mereka, sementara Dia memenuhi mereka “dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus” (ay. 11). Saat itu saya memang belum memahami konteks asli bagian ini, tetapi saya mulai memahami bahwa identitas saya sebagai pribadi yang dikasihi Allah dimulai dari mengenal dan menerima kasih Yesus bagi saya.
Allah rindu agar kita menerima kasih-Nya, yang kemudian akan bertumbuh dengan melimpah dalam hidup kita. Ketika Dia memenuhi kita dengan sukacita dan damai sejahtera-Nya, kita akan semakin mengenal Dia serta menyadari pekerjaan-Nya yang baik di dalam diri kita.
— KT Sim
Renungkan Hari Ini:
- Apakah saya sungguh percaya bahwa Allah sedang terus mengerjakan sesuatu yang baik dalam hidup saya, sekalipun saya belum melihat hasilnya?
- Adakah pengalaman masa lalu yang masih membuat saya sulit menerima kasih Allah sepenuhnya?
- Bagaimana saya dapat membuka hati agar kasih Kristus semakin mengubah karakter dan cara hidup saya?
- Apakah hidup saya sudah menghasilkan buah kebenaran yang memuliakan Tuhan?
- Siapa yang dapat saya kuatkan minggu ini dengan membagikan kasih dan pengharapan yang telah saya terima dari Kristus?
Doa:
Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Engkau tidak pernah berhenti mengerjakan karya-Mu dalam hidupku. Ajarku untuk percaya pada setiap proses yang sedang Engkau bentuk, menerima kasih-Mu dengan hati yang terbuka, dan membagikan kasih itu kepada sesamaku. Biarlah hidupku semakin menghasilkan buah yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan