Bacaan Kitab Setahun: 2 Timotius 1; Mazmur 75–77
“…engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu.” (Lukas 14:14)
Dunia mengajarkan prinsip timbal balik: memberi supaya menerima, menolong supaya dihargai, atau berbuat baik agar mendapatkan keuntungan.
Namun Yesus mengajarkan prinsip yang berbeda. Ia mengajak kita berbuat baik tanpa mengharapkan balasan dari manusia.
Dalam konteks perjamuan, Yesus bukan melarang kita mengundang keluarga atau sahabat. Ia sedang membongkar motivasi hati. Apakah kita berbuat baik karena kasih, atau karena berharap mendapat keuntungan di kemudian hari?
Firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus merupakan investasi bagi kekekalan. Walaupun tidak terlihat sekarang dan mungkin tidak dihargai manusia, Tuhan tidak pernah melupakan setiap perbuatan kasih.
Yesus berkata bahwa orang percaya akan menerima upah pada hari kebangkitan orang benar. Hal ini mengingatkan kita untuk hidup dengan perspektif kekal, bukan hanya mengejar penghargaan sementara.
Ketika kita memberi kepada mereka yang tidak mampu membalas, kita sedang meneladani karakter Allah yang murah hati. Kebaikan yang tulus bukan hanya memberkati orang lain, tetapi juga membentuk hati kita semakin serupa dengan Kristus.
Jangan pernah takut berbuat baik. Apa yang mungkin tidak dihargai manusia, tetap diperhitungkan oleh Tuhan sebagai investasi yang bernilai kekal.
Renungkan Hari Ini:
- Ketika saya berbuat baik, apakah motivasi saya murni karena mengasihi Tuhan atau masih mengharapkan balasan dari manusia?
- Apakah saya pernah kecewa karena kebaikan saya tidak dihargai atau tidak dibalas?
- Siapa orang yang Tuhan taruh di sekitar saya yang dapat saya layani tanpa mengharapkan imbalan apa pun?
- Apakah saya lebih mengejar penghargaan manusia daripada upah yang Tuhan sediakan?
- Langkah kasih apa yang akan saya lakukan minggu ini sebagai bentuk investasi bagi Kerajaan Allah?
Doa:
Bapa yang baik, murnikan motivasi hatiku dalam setiap kebaikan yang kulakukan. Ajarku memberi, melayani, dan mengasihi dengan tulus tanpa mengharapkan balasan dari siapa pun. Biarlah hidupku menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Mu dan menghasilkan buah bagi Kerajaan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan