Visi & Misi Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Jemaat Kartasura
V I S I
“Menyelamatkan dan memuridkan jiwa-jiwa menjadi seperti Kristus”
M I S I
1. Membangun laskar doa yang penuh kuasa
2. Membangun Ibadah Raya yang antusias dan penuh karya Roh Kudus
3. Menjadikan jemaat sebagai pemuji dan penyembah yang benar
4. Mengembangkan sekolah-sekolah pemuridan untuk membawa kedewasaan dalam pengetahuan Firman Tuhan dan karakter Kristus.
5. Penginjilan yang kreatif dan dinamis
6. Membangun Komsel yang sehat dan berlipat ganda
7. Menyelenggarakan pelayanan yang kreatif yang menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat (jiwa-jiwa)
8. Menyelenggarakan manajeman gereja yang berorientasi pada skala prioritas.
INVENTARISASI PROGRAM
1. Membangun laskar doa yang penuh kuasa
- Sosialisasi tentang doa dan menggali potensi doa dari jemaat
- Mengadakan sekolah doa dan seminar-seminar tentang doa
- Mengadakan pekan doa untuk berdoa secara khusus bagi bangsa, pelayanan gereja dan jemaat.
- Gerakan doa satu titik dan doa puasa secara periodik atau sesuai agenda gereja.
- Membangun kelompok doa (sesuai dengan kelompok umur, profesi, pelayanan)
- Membangun menara doa
2. Membangun Ibadah Raya yang antusias dan penuh karya Roh Kudus yang membawa pemulihan seutuhnya – (Ibadah Umum, Ibadah Anak dan Ibadah Komisi)
- Tata Ibadah yang mengalir dalam pimpinan Roh Kudus
- Membentuk tim ibadah dan standarisasi pelayanan
- Membangun komitmen, ketrampilan, kualifikasi pelayanan dalam ibadah
- Pemilihan tema khotbah
- Public speaking
- Mengadakan KKR, retreat, pekan keluarga
- Mencetak konselor-konselor yang unggul
- Mengembangkan kesaksian-kesaksian yang berorientasi pada pemulihan dan menguatkan iman
- Menyelenggarakan kegiatan ulang janji (komitmen) dalam melayani
3. Menjadikan jemaat sebagai pemuji dan penyembah yang benar
- Membangun sekolah pemuji dan meningkatkan pelayanan Praise and Worship
- Mengikutsertakan pelayan dalam seminar-seminar baik nasional/Internasional
- Impartasi Roh tentang Pujian dan Penyembahan
- Mengundang pengkhotbah yang sudah dikenal untuk memperlengkapi pelayan mimbar dan jemaat
4. Mengembangkan sekolah pemuridan untuk membawa kedewasaan dalam pengetahuan Firman dan memiliki karakter Kristus dengan menggali dan mengembangkan semua talenta yang ada pada jemaat
- Mempersiapkan kurikulum dan membangun kelas-kelas Pemuridan
- Membuat dan membagikan kuisoner pada jemaat untuk mengetahui talenta/karunia masing-masing
- Mengadakan pelatihan dan pembinaan sesuai dengan talenta masing-masing
- Membuat perencanaan untuk menciptakan kader pelayanan /regenerasi.
- Mengarahkan atau menekankan jemaat untuk memilih salah satu pelayanan
5. Penginjilan yang kreatif dan dinamis
- Mengadakan training PI pribadi
- Memanfaatkan kondisi sosial budaya dan momentum nasional dan lokal dalam jemaat
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas dari Pos PI
- Mengoptimalkan KOMSEL sebagai sarana penginjilan dengan mempersiapkan anggota sel sebagai pelayan dan pewarta Injil.
- Penginjilan melalui media internet/online – website, medsoc gereja dan ibadah online untuk penjangkauan.
- Membangun stasiun radio
6. Membangun Misi dan Komsel yang sehat, bertumbuh dan berlipat ganda
- Inventarisasi PKS (Gembala Komsel) dan anggotanya
- Memperbaiki struktur dan pengawasan
- Diadakan kualifikasi PKS (Gembala Komsel) dan anggota melalui training, dsb.
- Perlu dibentuk Departemen sendiri – Departemen Misi dan Komsel
- Mengadakan konsultasi/pertemuan KOMSEL/PKS (Gembala Komsel) secara periodik
- Menerbitkan buku panduan KOMSEL (minimal 5 tahun sekali)
7. Menyelenggarakan pelayanan yang kreatif yang menjawab kebutuhan jemaat dan masyarakat.
- Mengidentifikasi masalah yang ada pada jemaat / masyarakat secara kontinu.
- Membentuk tim-tim pelayanan terpadu secara menyeluruh.
- Mengadopsi salah satu atau lebih masalah yang ada di masyarakat dan ditangani secara tuntas.
- Membuka pelayanan konseling baik lewat tatap muka maupun lewat telepon/Online.
- Meningkatkan kegiatan Diakonia baik ke jemaat dan luar jemaat/masyarakat
- Membuka play group/sekolah.
8. Menyelenggarakan manajeman gereja yang berorientasi pada skala prioritas.
- Mengadakan training kepemimpinan dan manajemen bagi aktifis gereja
- Administrasi gereja yang profesional dan efektif.
- Membuat rencana kegiatan secara terpadu
- Manejemen keuangan yang berbasiskan sistem anggaran belanja
- Membentuk sekretariat gereja yang difinitif.
- Menyelenggarakan pengawasan terhadap program gereja yang berjalan/sedang dilaksanakan
- Evaluasi terhadap kegiatan gereja
9. Mengadakan sarana dan prasarana pelayanan
- Pendataan inventaris gereja
- Mengidentifikasi gereja secara menyeluruh
- Melengkapi sarana pelayanan sesuai dengan batas minimal kebutuhan
- Menentukan urutan skala prioritas dengan penuh disiplin dalam pelaksanaannya.
