Bacaan Kitab Setahun : Lukas 11:1-28; Maz. 142-144.

“Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.” Yunus 3:10

Kisah Niniwe memberi kita gambaran yang indah tentang bagaimana Tuhan memperhatikan bukan hanya kehidupan pribadi seseorang, tetapi juga sebuah kota dan bangsa secara keseluruhan.

Ketika Yunus menyampaikan peringatan Tuhan, respons Niniwe begitu kuat. Sang raja merendahkan diri, seluruh kota berpuasa, dan bersama-sama mereka berseru kepada Tuhan. Di tengah ancaman kehancuran, mereka memilih datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka.

Yang menarik, Yunus 3:10 mengatakan bahwa Tuhan melihat bagaimana mereka berbalik dari jalan yang jahat. Doa mereka berjalan bersama dengan sebuah perubahan hati. Dari sini kita belajar bahwa doa bagi sebuah bangsa bukan hanya tentang menyampaikan berbagai permohonan kepada Tuhan, tetapi juga tentang membuka ruang bagi-Nya untuk bekerja di tengah kehidupan kita bersama.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita pun memiliki kesempatan yang sama untuk membawa negeri ini dalam doa. Kita bisa mendoakan para pemimpin, keluarga-keluarga, generasi muda, mereka yang sedang mengalami kesulitan, serta setiap pergumulan yang sedang dihadapi bangsa ini.

Mungkin kita merasa doa pribadi terlalu kecil dibandingkan dengan besarnya persoalan sebuah negara. Namun kisah Niniwe mengingatkan kita bahwa Tuhan mendengar ketika orang-orang datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan pengharapan. Kita tidak selalu tahu bagaimana Tuhan akan menjawab setiap doa. Tetapi kita dapat percaya bahwa kasih karunia-Nya tetap bekerja. Mari tetap berdiri menjadi pendoa bagi Indonesia sampai kehendak-Nya terjadi dan digenapi.

Renungkan hari ini

  1. Apakah saya sudah menjadikan doa bagi bangsa dan negara sebagai bagian dari kehidupan doa saya?
  2. Apa yang selama ini paling sering saya doakan bagi Indonesia: perubahan keadaan atau perubahan hati manusia?
  3. Apakah saya bersedia menjadi bagian dari perubahan yang saya doakan kepada Tuhan?
  4. Bagaimana saya dapat menjadi pendoa yang tetap setia meskipun belum melihat jawaban Tuhan?

Doa

Tuhan, kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang berdaulat atas bangsa dan negara kami. Engkau melihat setiap keadaan, pergumulan, dan kebutuhan bangsa Indonesia.

Kami berdoa bagi Indonesia. Berikan hikmat kepada para pemimpin, berikan hati yang takut akan Tuhan, dan tuntun mereka dalam mengambil setiap keputusan. Lindungi bangsa kami dari perpecahan, ketidakadilan, korupsi, kekerasan, dan berbagai hal yang dapat merusak kehidupan bersama.

Tuhan, bangkitkan umat-Mu untuk menjadi pendoa bagi bangsa. Ajarlah kami tidak hanya mengeluh tentang keadaan, tetapi datang kepada-Mu dengan kerendahan hati dan pengharapan. Biarlah perubahan dimulai dari hati kami dan kemudian menjadi berkat bagi lingkungan serta bangsa kami.

Kami percaya Engkau tetap bekerja di tengah Indonesia. Biarlah kehendak-Mu terjadi dan nama-Mu dipermuliakan atas bangsa kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *