-
Ada Reward: Upah dan Penghargaan atas Kesetiaan Orang Percaya
Setiap manusia akan menghadap takhta pengadilan Kristus dan mempertanggungjawabkan kehidupannya. Keselamatan adalah anugerah melalui iman kepada Yesus Kristus, tetapi kesetiaan kita dalam menjalani panggilan Tuhan, menggunakan waktu, talenta, dan kesempatan juga memiliki arti kekal.
-
Tuhan Membuka dan Menutup Pintu: Belajar Memercayai Pimpinan-Nya
Tidak semua pintu yang tertutup harus didobrak dan tidak semua pintu yang terbuka harus dimasuki. Belajar memercayai kedaulatan Tuhan, tetap setia kepada firman-Nya, dan menggunakan setiap kesempatan dengan hikmat.
-
What If Jesus Comes Today?
Yesus mengingatkan kita untuk berjaga-jaga karena kita tidak tahu kapan Dia datang kembali. Berjaga-jaga bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan tetap setia, bertanggung jawab, dan siap menjalankan apa yang Tuhan percayakan.
-
Harga dari Sebuah Kompromi
Kompromi yang tampak kecil dapat membawa seseorang menjauh dari Tuhan jika mengabaikan kebenaran firman-Nya. Kisah Salomo mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan dan membangun hidup di atas ketaatan kepada Tuhan.
-
Sangkakala Tanda Musim Yang Baru Bagi Gereja
Sangkakala menjadi tanda panggilan Allah bagi umat-Nya untuk berjaga-jaga, mempersiapkan diri, bertobat, dan kembali hidup sesuai kehendak-Nya. Gereja dipanggil untuk mendengar suara Tuhan dan tetap setia dalam pelayanan.
-
Pertanggungjawaban di Hadapan Sang Pemilik
Segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita merupakan tanggung jawab yang suatu hari harus kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.
-
Superstar atau Hamba? Menemukan Nilai Hidup dalam Kerendahan Hati
Dunia mendorong kita mengejar sorotan, pengakuan, dan popularitas. Namun Yesus menunjukkan jalan yang berbeda: merendahkan diri dan hidup sebagai hamba. Nilai hidup bukan ditentukan oleh seberapa terkenal kita, tetapi oleh kesetiaan kita di hadapan Tuhan.
-
Tuhan Memakai Orang yang Setia, Bukan Hanya yang Terkenal
Bacaan Kitab Setahun: Filipi 1; Ayub 36–38 “Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: ‘Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.’”(2 Raja-raja 5:3) Nama Naaman dikenal sebagai panglima perang yang disegani. Ia memiliki kedudukan tinggi, kehormatan, dan kekuasaan. Namun semua itu tidak mampu menyembuhkan penyakit kusta yang dideritanya. Yang menarik, harapan kesembuhan justru datang bukan dari seorang pejabat, tabib terkenal, ataupun penasihat kerajaan, melainkan dari seorang gadis kecil yang menjadi tawanan perang Israel. Dari sudut pandang dunia, gadis itu tidak memiliki posisi penting. Namanya bahkan tidak dicatat dalam Alkitab. Ia hanyalah seorang…
