Bacaan Kitab Setahun : 1Pet. 5; Yer. 1-2.
“Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yg patut diterimanya, sesuai dengan yg dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” (2Kor. 5:10)
Setiap manusia akan berhadapan dengan penghakiman Allah. Tidak ada kehidupan yang berjalan tanpa pertanggungjawaban. Seperti ayat di atas membawa kita kepada kesadaran yang sangat serius : suatu hari kita akan berdiri di hadapan takhta pengadilan Kristus. Keselamatan kita bukanlah hadiah atas perbuatan baik. Kita diselamatkan oleh anugerah melalui iman kepada Yesus Kristus. Salib Kristus telah memberikan kepastian keselamatan bagi setiap orang yang sungguh percaya kepada-Nya. Tetapi kepastian keselamatan tidak berarti bahwa apa yang kita lakukan selama hidup di dunia tidak lagi penting. Paulus mengingatkan bahwa setiap orang percaya akan memberikan pertanggungjawaban atas hidupnya. Apa yang kita lakukan dengan waktu, talenta, kesempatan, sumber daya, pelayanan, bahkan pengaruh yang Tuhan percayakan, semuanya bernilai kekekalan.
Di hadapan Kristus, kita bukan sedang menentukan apakah kita cukup baik untuk masuk surga. Keselamatan telah dikerjakan oleh Kristus. Tetapi kehidupan kita akan diuji. Akan ada upah dan penghargaan yang berkaitan dengan kesetiaan kita dalam menjalankan panggilan-Nya. Karena itu, jangan hidup dengan mentalitas, “Yang penting saya selamat.” Karena itu terlalu kecil bagi seorang anak Tuhan. Kristus tidak menyelamatkan kita supaya kita hanya menunggu masuk surga sambil menjalani hidup tanpa tujuan. Ia menyelamatkan kita untuk menghasilkan buah, melakukan pekerjaan baik, dan menjadi alat-Nya di dunia.
Tidak semua orang percaya menggunakan kesempatan yang sama dengan cara yang sama. Ada yang menguburkan talenta, ada yang memperdagangkannya. Ada yang hidup hanya untuk kepentingannya sendiri, ada yang menginvestasikan hidupnya bagi kehendak Allah. Keselamatan memang merupakan anugerah, tetapi kesetiaan adalah respons kita terhadap anugerah itu. Suatu hari kita akan berdiri di hadapan Kristus. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan hanya mengejar hal-hal yang tidak dapat dibawa ke dalam kekekalan. Pertanyaannya bukan hanya, “Apakah saya percaya kepada Kristus?” Tetapi juga, “Apa yang telah saya lakukan dengan hidup, waktu, kesempatan, dan kepercayaan yang Tuhan berikan kepada saya?”
Kehidupan orang percaya bukan sekadar sebagai perjalanan untuk memastikan diri masuk surga, melainkan sebagai masa pelayanan kepada Sang Raja. Kita diselamatkan oleh anugerah, kemudian dipercayakan kehidupan untuk dikelola bagi kepentingan Kerajaan Allah. Karena suatu hari kita akan mempertanggungjawabkan atas semua yang telah dipercayakan-Nya._DH
Renungkan Hari Ini
- Apakah selama ini saya menggunakan waktu, talenta, dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan hal-hal yang bernilai kekal?
- Apakah saya menjalani kehidupan hanya dengan berpikir bahwa yang penting saya sudah diselamatkan, atau saya juga setia menjalankan panggilan Tuhan?
- Apa satu hal yang bisa saya lakukan mulai hari ini untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab di hadapan Tuhan?
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena keselamatan adalah anugerah-Mu bagiku. Tolong aku agar tidak menyia-nyiakan waktu, talenta, dan kesempatan yang Engkau percayakan. Ajarku hidup setia, melayani dengan tulus, dan menggunakan hidupku bagi kemuliaan-Mu. Amin.

Tinggalkan Balasan