-
Pra Paskah – Masa untuk Mengubah Perang Menjadi Damai
Bacaan Kitab Setahun : Kis. 27:1-26; Yos. 22-24. “Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedangnya menjadi mata bajak dan tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.” Yes. 2:4 Pra-Paskah sering kali menjadi waktu yang mengajak kita berhenti sejenak dari kesibukan hidup. Dan di tengah dunia yang sedang penuh ketegangan, konflik, perang dan ketidakpastian, masa ini mengingatkan kita untuk kembali memandang kepada Tuhan. Firman Tuhan dalam Yesaya 2:4 memberikan gambaran yang sangat indah tentang masa depan yang…
-
Sang Pengampun Dosa
Bacaan Kitab Setahun : Kis. 26; Yos. 19-21. “Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.” Mikha 7: 18-19 Kadang yang paling sulit bukan percaya apakah Tuhan bisa mengampuni kita atau tidak, tetapi percaya bahwa dosa kita benar-benar sudah dihapus. Kita tahu firman Tuhan, kita sudah berdoa minta ampun, tapi entah kenapa rasa bersalah itu masih tinggal dalam hati dan menggerogoti kita. Seolah-olah dosa…
-
Pikiran Kotor Bikin Kamu Terintimidasi? Lepaskan Dengan 4 Cara Alkitabiah Ini Yuk!
Memenangkan perang dalam melawan nafsu adalah sesuatu yang paling umum dan lumayan sulit. Beberapa anak muda pernah chat ke saya dan bertanya, “kak gimana sih caranya lepas dari pikiran negatif?” Dalam hal ini, dia sedang bicara tentang pikiran negatif yang mengarah ke hal-hal seksual. Saya sangat yakin bahwa di jaman modern sekarang ini, dimana banyak anak muda bersentuhan langsung dengan teknologi memiliki masalah yang sama, yakni gampang terpapar hal-hal negatif hingga menjadi candu dan susah untuk lepas dari pikiran tersebut. Dan memang pornografi sangat mengikat dan membuat mental kita terganggu. Malah suatu ketika saya pernah berbicara dengan seorang teman perempuan…
-
Momen Paskah Tingkatkan Kualitas Pasangan Menikah
Kehidupan rohani yang terus berkembang pada pasangan akan memiliki dampak positif terhadap keharmonisan pernikahan dan rumah tangga. Paskah dapat menjadi momen penuh makna tak hanya untuk berkumpul bersama teman dan keluarga. Perayaan Paskah juga dapat menjadi momen untuk merefleksikan kembali hubungan Anda dan pasangan sekaligus memperkuat janji pernikahan Anda. 1. Berikan cinta tulus tanpa pamrih.Memberikan cinta dengan tulus dan tanpa pamrih kepada pasangan adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga pernikahan tetap kuat. Studi sebuah universitas dalam penelitian tentang pernikahan mengungkapkan bahwa rasa murah hati, kedermawanan serta perilaku tanpa pamrih dalam hubungan pernikahan membuat stabilitas dan kualitas pernikahan akan semakin…
-
Mengasihi Seperti Bapa
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Roma 5: 8 Sebagai orang tua, kita sering membayangkan kehidupan anak-anak kita sebagai jalan lurus—pertumbuhan, kesuksesan, dan mengikuti nilai-nilai yang kita ajarkan kepada mereka. Tetapi hidup jarang sekali berupa garis lurus. Terkadang, anak-anak kita mengambil jalan yang tidak pernah kita duga, membuat kita patah hati, bingung, atau bahkan malu. Alkitab memberi kita landasan yang kuat tentang bagaimana menangani momen-momen ini. Dalam Roma 5:8 (TB), dikatakan: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih…
-
Mengapa Penderitaan Tidak Pernah Berakhir dari Hidup Manusia?
Pernahkah kamu merasa hidup ini seperti tidak pernah lepas dari masalah? Baru saja melewati satu masalah, tiba-tiba datang lagi masalah lain yang membuat hati jadi berat.Ketika ini terjadi, mungkin terlintas di pikiran kita, “Kenapa masalah ga ada habisnya ya? Menderita terus…”Apakah manusia memang hidup dan diciptakan untuk merasakan penderitaan? Mari bicara jujur. Kita bisa melihat penderitaan dimana-mana, bahkan di lingkungan terdekat kita sekalipun. Misalnya, dalam perjalanan pulang, kita melihat ada orang-orang yang tidak memiliki rumah, duduk atau bahkan tidur di pinggir jalan hanya beralas kardus. Atau bahkan ada orang yang kelaparan meminta makanan karena tidak memiliki uang. Bahkan, kita juga…
-
Pengkhianatan Yudas dalam Karya Keselamatan
Dia menjual Yesus dengan harga 30 keping perak. Tindakannya mengubah sejarah, tetapi apakah pengkhianatannya justru menjadi bagian dari rencana Allah? Siapa sebenarnya Yudas Iskariot, dan bagaimana perannya dalam karya keselamatan kita? Pengkhianatan yang Menggenapi NubuatYudas Iskariot adalah salah satu murid Yesus yang namanya tercatat dengan noda kelam. Ia mengkhianati Yesus dengan menyerahkan-Nya kepada para imam kepala. Tindakannya memicu rangkaian peristiwa yang berujung pada penyaliban, peristiwa sentral dalam iman Kristen. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa pengkhianatan ini bukanlah kebetulan. Mazmur 41:10 telah menubuatkan, “Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” Yudas, yang ikut makan bersama Yesus,…
-
Dari Lembah Ujian Menuju Lembah Pujian
Bacaan Kitab Setahun : Kis. 25; Yos. 16-18. “Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.” (1 Petrus 4:12) Kata Yunani asli untuk ungkapan “nyala api siksaan” adalah pyrosis, yang berarti pembakaran, siksaan yang hebat, atau api yang membakar. Dalam konteks ayat tersebut, makna yang lebih ditekankan bukanlah penghancuran, melainkan api yang memurnikan. Kita memahami bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan. Dalam setiap perjalanan, tidak selamanya jalan yang dilalui mulus; selalu ada rintangan dan ujian. Di sinilah cara kita merespons rintangan tersebut akan sangat…
-
Belajar dari Tukang Periuk
Bacaan Kitab Setahun : Kis. 24; Yos. 13-15. “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!” Yer. 18:6 Suatu hari, Yeremia pergi ke rumah tukang periuk dan melihat bagaimana tukang ini bekerja membentuk bejana. Jika bejana itu rusak, maka si tukang periuk akan memperbaikinya, menurut apa yang dia anggap baik. Lalu Yeremia mencatat bahwa Tuhan pun menganggap Diri-Nya seperti tukang periuk itu. Saat kita ditegur Tuhan atas segala dosa-dosa yang kita lakukan, mungkin memang perasaan malu dan bersalah ataupun…
-
Tidak Mampu Mengampuni?
Bacaan Kitab Setahun: Kis. 23; Yos. 10-12. “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Efesus 4:32 Mengampuni dengan tulus dan terus-menerus seharusnya menjadi tabiat alamiah kita setelah memahami pengampunan yang Tuhan berikan kepada kita. Orang yang sudah diampuni seharusnya dapat dan mau mengampuni orang lain. Dalam Doa Bapa Kami, Yesus menyuruh kita untuk berdoa: “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:12). Yesus seakan sedang berkata, “Sebagaimana kamu menerima pengampunan dari Allah atas kesalahan yang kamu…
-
Harap Tenang, Ada Ujian!
Bacaan Kitab Setahun: Kis. 22; Yos. 7-9. “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: ‘Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.’ Tetapi kamu enggan,” (Yesaya 30:15) Tentunya bagi setiap kita yang pernah mengenyam pendidikan formal setiap tahun, setiap semester dan tengah semester harus menghadapi ujian, atau bahkan setiap saat ada ulangan atau ujian dadakan yang dibuat oleh guru. Dalam pendidikan formal ujian dilakukan untuk membantu guru dan siswa mengetahui sejauh mana materi pelajaran telah dipahami dan bukan hanya dihafal. Hasil ujian menjadi evaluasi apakah metode mengajar sudah efektif dan bagian…
-
Tidak Suam-Suam Kuku
Bacaan Kitab Setahun : Kis. 21:27-40; Yos. 4-6. “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3:15-16) Jemaat di Laodikia adalah jemaat ke – 7 dari 7 Jemaat yang Yesus berikan pesan berupa teguran maupun apresiasi melalui penglihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos. Pesan Yesus kepada jemaat Laodikia (Wahyu 3:14–22) adalah teguran paling keras, namun juga panggilan kasih yang paling dalam dari hati Tuhan kepada Gereja-Nya. Kota Laodikia terletak di Asia Kecil (Turki barat…
-
DNA Ilahi
Bacaan Kitab Setahun : Kis. 21:1-26; Yos. 1-3 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kejadian 1:17 Tidak semua orang dilahirkan dalam sebuah keluarga yang sempurna. Mereka yang dibesarkan dalam keluarga broken home kerap kali tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah. Padahal peran ayah sangatlah penting, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seorang anak laki-laki mendapatkan identitas dari ayahnya atau orangtuanya. Statistik menyatakan jika seorang bapak memiliki temperamen yang buruk, anaknya akan cenderung pemarah. Jika orangtuanya miskin, anaknya cenderung akan hidup dalam kemiskinan. Jika Anda mengalami pengalaman serupa, ada sebuah kabar baik untuk…
-
Jangan Kaku, Mulailah Berdoa Dengan Pasanganmu Lewat Cara Ini. Ayo Bangun Mezbah Keluarga!
Hampir banyak cerita dari pasangan suami isteri menyatakan gagal untuk melaksanan komitmen mereka untuk memulai dan tetap tekun berdoa setiap hari.Kebanyakan pasangan suami isteri berusaha melakukan ibadah bersama di pagi dan malam hari, namun selalu berakhir dengan kegagalan. Hal itu disebabkan dua alasan utama : Pertanyaan mendasar apakah Allah menghendaki manusia melakukan sesuatu yang dengan dasar terpaksa, ketakutan dan membosankan?Apakah seseorang menjadi bahagia ketika ia menikah bertahun-tahun dengan hati yang terpaksa dan tidak pernah melakukan komunikasi dua arah? Atau tetap berbicara hanya pada saat-saat tertentu saja? Demikian juga bila suami isteri melakukan doa dan ibadah kepada Allah, seharusnya dilakukan atas…
-
Mana yang Kamu Pilih Waktu Anak Lakukan Kesalahan, Memberi Hukuman atau Konsekuensi?
Ketika anak melakukan kesalahan, apa yang akan kamu lakukan? Memberinya hukuman atau mengajarkan konsekuensi?Perbedaan hukuman dan konsekuensi dalam mendidik anak ini bukan soal metode disiplin, melainkan pendekatan yang memengaruhi perkembangan emosional dan karakter mereka.Hukuman cenderung fokus membuat anak jera melalui rasa takut atau kehilangan, sementara konsekuensi mengajarkan sebab-akibat yang nyata dari pilihan mereka. Salah satu contoh menarik datang dari cerita yang dibagikan oleh akun sebuah medsoc. Melalui videonya, sang ibu membagikan percakapan dengan putrinya yang berusia 5 tahun setelah sebuah kejadian kecil di rumah.Sang Ibu bertanya dengan tenang, “Kamu tahu gak kenapa mama marahin kamu?”Dengan polos anaknya menjawab, “Karena aku…
-
7 Kualitas Hati Hamba
Sebuah gereja memerlukan orang-orang yang memiliki hati hamba, karena hal tersebut sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan kepada gereja. Kita harus memiliki hati hamba, karena Yesus juga telah merendahkan diri-Nya dan menjadi hamba bagi semua orang. Kejadian 24:16, Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. Alkitab katakan bahwa Ribka adalah gadis yang sangat cantik. Jadi Ribka adalah gadis yang sangat menarik, penampilannya mempesona. Kalau Anda punya roh yang penuh sukacita, hati yang penuh kasih dan mata yang penuh belas kasihan, maka hal…
-
Membuka Ruang untuk Saling Memaafkan
“Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat di situ, bahwa ada sesuatu dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” Matius 5:23-24 Jujur saja, meminta maaf atau memberi pengampunan sering kali terasa seperti kekalahan. Kita merasa bahwa dengan meminta maaf, kita mengakui kelemahan, dan dengan memaafkan, kita membiarkan orang lain “menang” atas luka yang mereka perbuat. Kita lebih nyaman membawa luka itu ke dalam doa pribadi daripada menyelesaikannya secara nyata. Kita berpikir, “Bukankah cukup hanya mengaku dosa kepada Tuhan?” Namun,…
-
Pembawa Damai Bagi Semua Orang
Bacaan Kitab Setahun: Kis. 20:17-38; Ula. 33-34. “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah damai dengan semua orang.”Roma 12:18 “Kalau dipukul, balas pukul lagi!”Itulah salah satu hukum tidak tertulis yang sering dunia ajarkan kepada kita. Kalau disakiti, balas.Kalau direndahkan, jangan diam.Kalau diserang, serang balik. Prinsip ini banyak kita temui di berbagai tempat, mulai dari media sosial, lingkungan kerja, bahkan dalam keluarga. Kata-kata kasar dibalas dengan kata-kata yang lebih menyakitkan. Sakit hati dibalas dengan sikap ingin atau emosi yang meledak-ledak. Tanpa sadar, kita sudah ikut terjebak dalam lingkaran balas dendam yang terus berputar dan tidak ada habisnya. Namun, firman Tuhan mengajak…
-
Allah Menghargai Iman
Bacaan Kitab Setahun: Kis. 20:1-16; Ula. 31-32. “Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya.”Mazmur 139:17 Bagaimana orangtua bisa bahagia apabila anaknya terus menerus bertanya apakah kebutuhan-kebutuhannya akan dipenuhi? Orangtua akan merasa frustasi dan sedih, bahkan mungkin marah karena anaknya tidak memercayainya. Alkitab mencatat beberapa referensi yang menceritakan pada kita tentang betapa Allah sangat senang bila kita memercayai DIA atas setiap kebutuhan. Prajurit mengekspresikan iman yang besar ketika ia memberitahukan Yesus untuk “katakan sepatah kata saja” maka pelayannya akan disembuhkan. Yesus mengatakan pada murid-muridNya, “Pandanglah burung-burung … yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam…
-
Membuat Keputusan
Bacaan Kitab Setahun: Kis. 19:21-41; Ula. 28-30. “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.” 1Tes. 5:21-22 Setiap keputusan yang kita buat, baik ide, emosi atau kesempatan ditentukan oleh standar baik atau buruk yang kita miliki. Tidak ada yang abu-abu atau di tengah-tengah. Namun bagaimana kita tahu apa yang baik dan apa yang buruk, apa yang benar dan apa yang salah? Patokan sempurna yang kita miliki adalah Firman Allah, Alkitab. Kita tidak boleh membuat keputusan berdasarkan perasaan kita, saran atau pemikiran orang lain, atau ide-ide masyarakat yang dapat berubah setiap saat. Kami juga tidak boleh…
