-
Matematika Dunia VS Kerajaan Allah
Bacaan Kitab Setahun : 1Kor. 8; 1Raj. 1-3. “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” Amsal 11:24–25 Dunia mengajarkan kita sebuah rumus, jika semakin banyak kita memberi, semakin berkurang pula milik kita. Logika ini membentuk cara kita bekerja, menabung, bahkan berbagi. Kita diajar untuk berhati-hati, mengukur, dan memastikan bahwa kita tidak kehilangan terlalu banyak. Namun, firman Tuhan memperkenalkan sebuah matematika yang sama sekali berbeda, bahkan tampak bertolak belakang. Dalam Kerajaan Allah, memberi bukanlah kehilangan. Sebaliknya, memberi adalah…
-
Ketika “Aku” Menjadi Pusat Kehidupan
Bacaan Kitab Setahun: 1Kor. 7; 2Sam. 22-24. “Janganlah kamu melakukan sesuatu dengan maksud mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.” Filipi 2:3 Di akhir zaman, orang-orang percaya yang waspada terhadap kebenaran palsu dan menipu. Kita akan melihat lebih dalam bagaimana “kebohongan dunia” bekerja secara halus untuk menggeser pusat kehidupan kita dari Tuhan kepada diri sendiri. Dunia sering menawarkan paradigma yang tampak positif namun mematikan: egosentrisme. Di dalam ilmu pengembangan diri, kita dibentuk untuk menjadi pribadi yang “paling unggul” dengan narasi sebagai pribadi yang mandiri…
-
Kehilangan Dukungan Karena Integritas
Bacaan Kitab Setahun : 1Kor. 6; 2Sam. 19-21 “Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” Galatia 1:10 Pernahkah kamu merasa mulai dijauhi hanya karena memilih melakukan yang benar? Awalnya mungkin kamu punya circle yang dekat, tapi sejak kamu mulai pegang prinsip, jujur, atau menolak kompromi, respon orang jadi berbeda. Ada yang menjauh, ada yang salah paham, bahkan ada yang terang-terangan tidak suka. Di titik ini, mungkin kamu mulai bertanya seperti Paulus, “Aku ini sedang menyenangkan siapa, ya? Tuhan atau…
-
Beri Mereka Makan
Bacaan Kitab Setahun : 1Kor. 5; 2Sam. 16-18. “Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ‘Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.’” (Matius 14:16 – TB) Ceritanya sederhana. Orang banyak lapar hari sudah malam. Murid² mulai gelisah. Dan solusi dari mereka sangat masuk akal suruh orang-orang itu pulang supaya mereka bisa cari makan sendiri. Aman, praktis, dan tidak merepotkan. Namun, Yesus memandang situasi itu dengan cara yang berbeda. Ia tidak mengabaikan rasa lapar orang banyak. Ia juga tidak berkata bahwa kebutuhan rohani lebih penting daripada kebutuhan jasmani. Sebaliknya, Yesus dengan tegas berkata, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka…
-
Masih Nunggu Jodoh? Mungkin Ini 7 Alasan Tuhan Belum Kirim Jodohmu
Menunggu jodoh sering kali jadi pergumulan yang tidak mudah, apalagi bagi kamu yang sudah lama berharap dan berdoa. Banyak orang percaya yakin bahwa pernikahan adalah rencana indah dari Tuhan. Tapi karena jodoh belum juga keliatan, mungkin muncul pertanyaan di hatimu seperti, “Tuhan, kenapa jodoh saya belum datang?” Kalau kamu sedang ada di fase ini, ketahuilah bahwa penantian bukan berarti penolakan. Bisa jadi, ada proses yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidupmu. Berikut ini adalah beberapa alasan yang mungkin menjelaskan kenapa jodohmu belum datang: 1. Tuhan Sedang Memperbesar KapasitasmuWaktu single atau lajang, Tuhan bekerja dalam hidupmu untuk membentuk karakter, emosi, dan kedewasaanmu.…
-
Cara Menyelesaikan Konflik Pernikahan Tanpa Drama dan Tanpa Saling Menyalahkan
Pernikahan bukan tentang menghindari konflik, tapi tentang bagaimana kamu dan pasangan menghadapinya dengan cara yang sehat. Jadi kalau kamu sedang sering bertengkar, bukan berarti hubunganmu gagal justru itu tanda bahwa kalian masih saling peduli. Yang perlu diperbaiki bukan keberadaan konfliknya, tapi cara menyelesaikannya. Coba jujur pada diri sendiri, saat konflik muncul, apakah kamu langsung bereaksi? Nada suara naik, emosi meledak, dan akhirnya kata-kata yang menyakitkan keluar begitu saja. Di titik ini, yang kamu butuhkan bukan argumen yang lebih kuat, tapi jeda. Tidak reaktif adalah kunci. Saat emosi tinggi, kamu tidak sedang berpikir jernih jadi apa pun yang kamu katakan bisa…
-
Aman Menjadi Diri Sendiri
Sudah menjadi kebiasaan umum bagi kita untuk memandang anak-anak kita dan melihat mereka sebagai kesempatan kedua bagi kehidupan kita sendiri. Kita menatap tangan-tangan mungil mereka dan membayangkan tangan-tangan itu memegang piala yang tak pernah kita menangkan, atau ijazah yang tak pernah kita raih. Namun, pengasuhan yang sejati bukanlah tentang menjadi seorang arsitek yang memaksa sebuah bangunan untuk mengikuti blueprint yang telah ditentukan; melainkan tentang menjadi seorang tukang kebun. Seorang tukang kebun tidak menyuruh bunga matahari untuk menjadi bunga mawar. Ia hanya menyediakan tanah, air, dan cahaya, lalu mundur sejenak untuk menyaksikan keajaiban dari apa yang memang sudah menjadi kodrat benih…
-
Tidak Mudah Membuat Pilihan-Pilihan Yang Benar
Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN. Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu.” (Yosua 24:25-27) Pasal 24 adalah pasal terakhir di kitab Yosua, yang merupakan FAREWELL SPEECH(Ucapan Perpisahan) kepada orang…
-
Tuhan Pemberi Terobosan
Kita hidup, bukan sekedar ‘numpang hidup’. Sebab kehidupan sebenarnya bukanlah suatu kehidupan yang berjalan di tempat tanpa ada kemajuan. Bukankah kita semua ingin mengalami terobosan dalam hubungan, keluarga, atau finansial? Berita terbaiknya adalah bahwa Tuhan sendiri menghendaki umat-Nya mengalami terobosan dan kemajuan dalam hidup untuk keluar dari kondisi kehidupan yang tidak semestinya. Walau begitu, Dia tidak menjamin bahwa jalan menuju terobosan akan mulus. Namun di sinilah peran terobosan tersebut kita perlukan, untuk bergerak maju menembus rintangan. Alkitab menulis bagaimana Daud mengalami terobosan di Baal-Perasim. Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: “TUHAN telah menerobos…
-
Hidup Berbeda untuk Tujuan yang Berbeda
Bacaan Kitab Setahun : 1Kor. 4; 2Sam. 13-15. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Roma 12: 2 Sering kali kita melihat realitas yang tampak ironis – mereka yang hidup jauh dari Tuhan justru memiliki karier mentereng dan perjalanan hidup yang mulus. Sebaliknya, kita yang memilih setia mengikut dan melayani Tuhan segenap jiwa justru sering harus menempuh jalan terjal, penuh perjuangan, dan pengorbanan. Perasaan bimbang ini manusiawi. Bahkan Pemazmur pun pernah merasakannya: “Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku…
-
Masuk Ke Dalam Perhentian
Bacaan Kitab Setahun : 1Kor. 3; 2Sam. 10-12. “Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” (Ibrani 4:11) Ayat atas mengajak kita untuk berusaha masuk ke dalam perhentian. Salah satu makna kata perhentian adalah mencapai tujuan. Sebagai contoh, ketika kita melakukan perjalanan, kita pasti memiliki tujuan tempat yang hendak dicapai, dan itulah tujuan akhir kita untuk berhenti. Rasa lega, aman dan puas, kita dapati di tempat tujuan. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, tujuan atau perhentian mereka adalah tanah Kanaan, negeri yang dijanjikan Tuhan kepada mereka, sebuah…
-
Dipanggil untuk Kembali
Bacaan Kitab Setahun: 1Kor. 2; 2Sam. 7-9 “Kata Yesus … untuk ketiga kalinya: ‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?’ Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya… ‘Gembalakanlah domba-domba-Ku.’ Yoh. 21:17 Kita mungkin sudah familiar dengan kisah Petrus yang menyangkal Yesus tiga kali. Setelah itu, ia merasa sangat hancur ketika menyadari apa yang telah dilakukannya. Padahal sebelumnya, Petrus dikenal sebagai pemimpin di antara dua belas murid. Ia sering berbicara, berani mengambil langkah, dan termasuk dalam tiga murid yang paling dekat dengan Yesus—bersama Yakobus dan Yohanes. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus datang lagi menemui murid-murid. Di tepi danau, Ia menghampiri…
-
Mengampuni Tujuh Puluh Kali Tujuh Kali
Bacaan Kitab Setahun: 1Kor. 1; 2Sam. 4-6. “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: ‘Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?’ Yesus berkata kepadanya: ‘Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.’” (Matius 18: 21-22) Hari-hari ini, Anda mungkin sedang berada di posisi sudah “lelah” memberikan “maaf” ke orang yang sama. Mungkin itu adalah pasangan Anda yang berjanji tidak lagi main game, tapi masih saja diulangi. Atau Anda menyimpan pahit hati karena rekan kerja Anda menjatuhkan Anda diam-diam. Kita tahu kita harus mengampuni,…
-
Ambisi Pribadi
Bacaan Kitab Setahun : Rom. 16; 2Sam. 1-3. Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: “Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” (1 Raja-raja 12:28) Nabi Ahia bernubuat bahwa Kerajaan Israel akan pecah akibat ketidaksetiaan Salomo pada Allah. Yerobeam akan jadi raja atas 10 suku Israel (1Raj. 11:31, 33). Ia pegawai Salomo yang tangkas dan rajin, lalu diangkat jadi pengawas (1Raj. 11:26, 28). Hal itu digenapi setelah Salomo wafat, dan Rehabeam, anaknya, memerintah. Rehabeam tidak mengindahkan aspirasi rakyat…
-
Hidup Di Dalam Kasih Allah Trinitas
Bacaan Kitab Setahun : Rom. 15; 1Sam. 29-31. “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” (2 Korintus 13:13) Dalam setiap perjumpaan, pasti akan ada perpisahan antara satu dengan yang lain. Terkadang, dalam perpisahan juga disertai dengan salam penutup ataupun ucapan yang saling memberkati. Contohnya adalah sesuai mengikuti kebaktian di Gereja, kita saling mengucapkan “Happy Sunday”, “God Bless You” atau “See you next Sunday”. Contoh kalimat seperti itu menunjukkan akan kasih yang digambarkan melalui ucapan yang saling memberkati. Ayat renungan hari ini, kita membaca bagaimana perhatian yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat…
-
Roh Kemiskinan: Masalah Di Otak, Bukan Di Dompet
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8) Kalau kamu pernah ikut doa pelepasan di gereja Karismatik, mungkin kamu familiar dengan kalimat ini: “Dalam nama Yesus, kami usir roh kemiskinan!” Namun, coba jujur—setelah doa itu, apakah semua orang langsung menjadi kaya? Tiba-tiba punya rumah, mobil, dan rekening tebal? Jawabannya: tidak juga. Bukan berarti Tuhan tak bisa memberkati, tapi karena banyak orang miskin bukan karena roh, melainkan karena mindset. Banyak yang miskin bukan di dompet,…
-
NPD Identik dengan Hal Negatif, Apa Betul Ga Ada Positifnya Sama Sekali?
Pernahkah kamu bertemu seseorang yang ingin selalu menjadi pusat perhatian? Mereka tampak percaya diri, mempesona, dan selalu ingin diakui.Namun di balik semua itu, hubungan dengan mereka sering terasa melelahkan, bahkan melukai. Kalau kamu pernah mengalami hal ini, mungkin kamu sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki kecenderungan NPD (Narcissistic Personality Disorder), kondisi yang lebih dalam dari sekadar sifat narsis biasa. Apa Itu NPD (Narcissistic Personality Disorder)?NPD adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan rasa kebesaran diri yang berlebihan, kebutuhan tinggi akan validasi, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Seseorang dengan NPD cenderung melihat dirinya sebagai pusat dari segala sesuatu, merasa lebih unggul…
-
Mengapa Suami Perlu Lebih Sabar dari Istri dalam Pernikahan?
Pernahkah Anda bertanya, mengapa dalam banyak nasihat pernikahan Kristen suami sering diminta untuk lebih sabar daripada istri? Apakah ini berarti istri boleh bersikap seenaknya? Tentu tidak. Namun, Alkitab memberikan gambaran peran suami yang sangat khusus dalam pernikahan, yang membuat kesabaran menjadi salah satu kunci utama dalam memimpin keluarga. Untuk memahami hal ini, kita perlu melihat konsep mempelai pria dan mempelai wanita dalam Alkitab. Konsep ini bukan sekadar gambaran romantis tentang pernikahan, melainkan simbol hubungan yang sangat dalam antara Kristus dan jemaat-Nya. Dalam Perjanjian Baru, Yesus digambarkan sebagai Mempelai Pria. Yohanes Pembaptis bahkan berkata bahwa yang mempunyai mempelai perempuan adalah mempelai…
-
Jangan Sakiti Hati Anakmu
“Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.” Kolose 3:21 Menyakiti hati anak secara terus menerus dapat menimbulkan hati mereka menjadi tawar terhadap orang tua, dan ini menjauhkan anak dari orang tua. Mereka akan mengalami patah semangat atau malas berurusan dengan orang tua yang terus menerus menyakiti hati mereka. Ini dapat mengakibatkan anak kehilangan “semangat”—keberanian batin untuk mencoba mendekatkan diri mereka untuk menceritakan mimpi mereka, mereka percaya bahwa mereka tidak berharga. Sebagai orang tua, Tuhan telah memberi kita tanggung jawab suci atas iklim rumah kita. Kita sering fokus pada membuat tubuh anak-anak kita kuat atau pikiran mereka tajam,…
-
Lembah Ujian
Saat menghadapi persoalan hidup, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa Allah memiliki janji. Ketika kita berada pada situasi dan kondisi ujian, Tuhan akan memberikan kita jalan keluar. Berbeda dengan ujian dari sekolah, ujian dari sekolah datang untuk memberikan nilai sedangkan ujian dari Tuhan datang untuk mengubah nilai agar terjadi peningkatan dalam kehidupan kita. Dengan adanya ujian, orang percaya tidak dirusak melainkan diproses semakin murni untuk memiliki nilai yang kekal.“Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.” (Kis. 11:26) Kata “Kristen” berarti murid atau seseorang yang…
