Bacaan Kitab Setahun: Lukas 15:25-32; Mazmur 145-147

“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Timotius 4:12b)

Begitu sering kita mendengar pelayan gereja mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak pantas keluar dari mulut seorang percaya. Padahal, perkataan dapat menjadi berkat, atau sebaliknya. Karena itu, kita perlu berhati-hati dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut kita. Firman berkata, “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu…” Namun kenyataannya, tidak sedikit orang Kristen yang ketika berada di luar gereja justru mengendalikan perkataannya. Masih ada yang suka mengumpat, berkata kasar, membicarakan kelemahan orang lain, atau bergosip.

Padahal, mulut kita memiliki pengaruh yang besar. Ada orang yang dikuatkan, dipulihkan, dan dibangkitkan semangat hidupnya karena mendengar perkataan yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang terluka, hancur, bahkan kehilangan harapan karena ucapan yang menyakitkan. Luka akibat perkataan sering kali tidak terlihat, tetapi dapat membekas sangat dalam.

Karena itulah, seorang pemimpin atau pelayan Tuhan tidak boleh dipilih sembarangan. Ia harus dapat dipercaya dan mampu membangun orang lain. Rasul Paulus mempercayakan pelayanannya kepada Timotius karena melihat iman Timotius yang tulus, kesetiaannya, kasihnya, kesuciannya, serta perkataannya yang membangun. Paulus memahami bahwa karakter seseorang terlihat dari cara ia berbicara dan memperlakukan orang lain. “Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.” Kol. 4:6. Ucapan yang penuh kasih lahir dari hati yang dipenuhi kasih Tuhan sehingga dapat membangun, menghibur, dan menguatkan orang lain.

Efe. 4:29 juga mengingatkan bahwa, setiap perkataan kita seharusnya membawa dampak yang baik bagi orang lain.

Hari ini, mari belajar menjaga mulut dan ucapan kita. Apakah perkataan ini membangun atau justru melukai? Sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat, termasuk melalui kata-kata yang kita ucapkan setiap hari. Biarlah setiap ucapan yang keluar dari mulut kita menjadi berkat, membawa penghiburan, dan memuliakan nama-Nya. Amin. (AU)

Renungkan Hari Ini

  1. Apakah perkataan saya selama ini lebih sering membangun atau justru melukai orang lain?
  2. Adakah perkataan yang pernah saya ucapkan dan ternyata meninggalkan luka bagi seseorang?
  3. Bagaimana saya dapat belajar menjaga ucapan ketika sedang marah atau kecewa?
  4. Siapa yang hari ini perlu saya kuatkan melalui perkataan yang penuh kasih?

Doa

Tuhan, jagalah mulut dan hatiku agar setiap perkataanku menjadi berkat. Tolong aku untuk tidak berkata kasar, menghakimi, atau menyakiti orang lain. Penuhi hatiku dengan kasih-Mu sehingga perkataanku dapat menguatkan, menghibur, dan membangun. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *