Hari ini kita akan belajar dari dua milyarder kelas dunia. Yang pertama adalah Sean Quinn, pemilik Anglo Irish Bank,yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Irlandia pada tahun 2008. Melalui perusahaan konglomerasinya, Sean membiayai banyak proyek di berbagai negara Eropa. Yang kedua adalah Patricia Kluge, istri dari salah satu orang terkaya didunia pada tahun 90-an, yaitu John Kluge. Dibalik kesuksesan bisnisnya, ternyata Sean gemar hidup berfoya-foya dan melakukan spekulasi pada bisnis baru tanpa perhitungan yang matang. Sean kehilangan kekayaan sebesar 2,8 miliar dolar Amerika Serikat dalam waktu yang relatif singkat ketika investasi yang dia tanamkan membukukan kerugian yang masif.

Kini sisa kekayaan Sean Quinn hanya sebesar 15.000 dolar Amerika Serikat saja. Begitu pula dengan Patricia yang gemar berfoya-foya, menghadiri pertemuan sosialita dan gemar belanja busana mewah. Gaya hidupnya ini membuat Patricia jatuh miskin dalam waktu yang relatif singkat. Rumah mewah yang dia tinggali bahkan harus dilelang untuk membayar hutangnya pada bank.

Banyak orang yang masih bergumul dalam hal keuangan. Meskipun memiliki penghasilan yang terbilang besar, tetapi mereka terus-menerus pas-pasan saja atau malah berkekurangan. Jawaban atas pergumulan yang seperti ini bukanlah hanya memperbesar penghasilan, tetapi kebijaksanaan dalam mengelola keuangan. Firman Tuhan berkata, “Orang bijaksana tetap makmur dan kaya; tetapi orang bodoh memboroskan hartanya” (Amsal 21:20 BIS). Tuhan ingin kita untuk bijaksana dalam mengelola keuangan yang Dia percayakan kepada kita. Mengelola bukan hanya tentang mengalokasikan uang saja, tetapi terlebih dari pada itu adalah bagaimana kita dapat melipatgandakan berkat yang Tuhan sudah percayakan kepada kita.

Karena ketika kita mampu mengembangkan apa yang Tuhan percayakan, maka Dia akan memberkati kita lebih banyak lagi (Lht. Mat. 25:14-30). Oleh sebab itu,mintalah hikmat dari Tuhan agar kita dapat mengelola keuangan kita dengan bijaksana. Mulailah dengan mengucap syukur atas apa yang Tuhan telah berikan dan mencukupkan diri kita dengan apa yang ada.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *