“Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,” (1 Kor. 1:5)

Menjadi kaya dalam Tuhan yang dimaksud disini adalah tujuan Tuhan bagi orang percaya, karena Allah kita adalah Allah yang kaya, Dia adalah pencipta dan pemilik segala sesuatu. “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (2 Pet. 1:4)

Kodrat ilahi adalah sifat Allah, ketika Allah menciptakan manusia maka Tuhan menghembuskan nafas hidupnya dan manusia itu menjadi makhluk hidup, kemudian Tuhan memeteraikan dengan Roh kudus, jadi Roh Kudus adalah pribadi Allah sendiri yang tinggal dalam hidup orang percaya. “Memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.” (2 Kor. 1:22)

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.” (1 Yoh.5:7-8). Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.(2 Kor. 8:9)

“Kasih karunia dari Tuhan” ayat ini menunjukkan sebagai kekayaan yang kita terima dari Tuhan. Allah yang kaya rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya dalam Dia, itu merupakan suatu kasih karunia Allah. Sekalipun Ia Allah tetapi Ia menyerahkan dan merendahkan diriNya untuk manusia. Anugerah yang diberikan kepada kita akan membawa kita menjadi saksi bagi Tuhan, bahkan kuasa Roh kudus yang diberikan kepada kita sebagai orang percaya akan bekerja untuk kemuliaan dan menjadi saksi-Nya. Tujuan Tuhan adalah supaya kita menjadi kesaksian bagi banyak orang.(Kis. 1:8; 2 Kor. 2:5-9)

Ada 2 macam benih yang disediakan Allah bagi penabur (2Kor. 9:10-15). Benih pertama adalah benih yang kita makan dan benih kedua adalah benih yang harus kita tabur. Jika kita adalah penabur maka kita harus tahu prinsip kebenaran ini. Ada benih yang harus kita makan tetapi ada benih yang harus kita tabur. Bagaimana kita melipatgandakan benih tersebut? Kita harus menaburkan benih kedua yaitu bagi orang lain, jika hidup kita akan mengalami pelipatgandaan berkat Tuhan.

Dalam surat Filipi 4:16-19, Rasul Paulus memperhatikan jemaat Tesalonika untuk membantu dan memperhatikan, dan apa yang dilakukan Paulus menjadi berkat bagi jemaat. Pada waktu Tuhan memakai kita menjadi berkat bagi orang lain jangan kita tolak karena kita akan mengalami pelipatgandaan. Jadi lakukan prinsip ini sebagai kunci pelipatgandaan dan berkat kekayaan dari Tuhan. Kasih karunia adalah berkat yang datang dari Tuhan, jadi taburkan benih itu bagi orang lain. Dalam hukum pertama dan utama adalah Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, kerjakan dan lakukan maka kita menjadi orang-orang percaya yang mendapat pelipatgandaan berkat dari Tuhan.

“Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Kor. 9:6-8)

Lakukan prinsip kebenaran ini maka kita adalah orang-orang yang akan menerima kelimpahan dari Tuhan sebagai orang-orang percaya yang menerima kekayaan-Nya. Jadilah orang-orang kaya dalam Tuhan Yesus.

Pdt. David Tjakra Wisaksana

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *