
Keluarga merupakan institusi manusia yang tertua di dunia yang sudah ada sebelum institusi sekolah, pemerintah, gereja dan institusi-institusi manusia lainnya. Keluarga adalah fondasi dan kunci atas terbentuknya masyarakat, maka keluarga yang kuat akan menghasilkan masyarakat dan bangsa yang kuat pula. Peran keluarga adalah mengajarkan moralitas, mendidik anak-anak dengan nilai-nilai dan menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang benar.
Namun, dengan alasan kesibukan banyak orang tua yang menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah, gereja ataupun institusi pendidikan lainnya dengan harapan anaknya menjadi baik. Sebagai orang tua, tugas kita adalah menjadi teladan dan mendidik anak-anak kita karena sebagian besar waktu anak adalah bersama dengan keluarga.
Kita tidak bisa memilih di keluarga seperti apa kita dilahirkan, tetapi kita bisa memilih keluarga. Dunia menjadikan rumah mewah, harta berlimpah ataupun jabatan yang tinggi sebagai tolok ukur sebuah keberhasilan, tetapi keberhasilan yang sejati adalah keberhasilan dalam membangun sebuah keluarga. Keluarga yang berhasil adalah ketika keluarga tersebut berhasil membangun dan mendidik anak-anak serta melahirkan generasi unggul yang takut akan Tuhan.
Alkitab mencatat ada seseorang yang berhasil dalam membangun keluarganya, yaitu Obed Edom. Obed-Edom salah satu keluarga penunggu pintu gerbang bait Allah (1 Tawarikh 15:18, 16:38) dalam Alkitab terjemahan King James Version dituliskan sebagai the porters yang salah satu artinya adalah janitor atau petugas kebersihan. Obed Edom berhasil melahirkan keturunan pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa dan menjadi pemimpin yang cakap melakukan pekerjaannya.
“Mereka sekalian adalah dari keturunan Obed-Edom, yakni mereka sendiri, anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka, masing-masing orang yang gagah perkasa, cakap untuk pekerjaan itu, enam puluh dua orang jumlahnya dari Obed-Edom. Dan Meselemya mempunyai delapan belas orang anak dan saudara, orang-orang yang gagah perkasa.” (1 Tawarikh 26:8-9)
Obed Edom diberkati secara luar biasa oleh Tuhan setelah ia berani mengambil keputusan untuk menerima dan merawat Tabut Perjanjian di rumah mereka, menggantikan Uza yang meninggal. Karena Tabut Perjanjian melambangkan kehadiran Tuhan, keluarga Obed-Edom diberkati secara berlimpah dalam segala aspek—baik materi maupun rohani—hanya dalam waktu tiga bulan.
Jangan lihat keadaan kita hari ini, mulailah fokus dalam membangun keluarga. Ketika kita berbalik kepada Tuhan dan menyatakan bahwa Dialah satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat dalam kehidupan kita maka kita harus mampu mengembangkan diri kita dan anak-anak kita, kepada suatu pertumbuhan, baik secara jasmani, rohani dan karakter sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah sehingga kita dapat membangun sebuah keluarga dan sanggup memuliakan Sang Raja melalui keluarga kita, amin.
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan