Bacaan Kitab Setahun: Kolose 3; Maz. 13-17.

“Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.” Amsal 13:22

Kata warisan sering kali diidentikkan dengan rupa rumah elit, uang berlimpah atau kekuasaan yang dilimpahkan seseorang kepada generasi penggantinya. Alkitab bahkan mengajarkan bahwa meninggalkan warisan dalam bentuk uang bagi anak-anak itu patut dihargai dan dipuji.

Dalam kitab Amsal 13:22, seorang ayah yang baik meninggalkan warisan bagi anak-anaknya agar dapat menjamin masa depan mereka. Warisan yang dimaksud bukanlah harta benda, tetapi suatu warisan yang tidak dapat dibeli oleh uang, tidak kena pajak dan tidak dapat diambil alih. Warisan yang dimaksud adalah warisan rohani – harta yang kekal dan paling bernilai. Dalam warisan rohani ada pengenalan akan Tuhan, hidup takut akan Tuhan serta teladan hidup yang baik. Harta warisan rohani adalah harta warisan yang paling berharga dibandingkan warisan harta benda.

Edith Schaeffer dalam bukunya “What is a family?” menyatakan bahwa keluarga adalah tempat menurunkan warisan itu. Di dalam Ulangan 6:7 dituliskan bahwa baiklah agar warisan rohani itu diturunkan kepada anak-anak dan keluarga kita. Selain keluarga, warisan yang bernilai ini juga perlu disebarkan kepada siapapun di sekitar kita, baik rekan kerja, tetangga atau teman-teman.

Sudahkah kita memiliki warisan rohani yang terpupuk lewat teladan dan nilai-nilai hidup yang dikehendaki Tuhan? Yang baik untuk membangun karakter dan mempengaruhi hidup si penerimanya?

Yang lebih penting, kita semua mempunyai kesempatan untuk memberikan teladan iman yang tulus dan meninggalkan warisan abadi kepada orang-orang di sekitar kita, yakni iman di dalam Yesus Kristus Tuhan yang akan berdampak kepada keselamatan dan kekekalan. Amin

Renungkan Hari Ini:

  • Warisan apakah yang sedang saya persiapkan bagi generasi berikutnya?
  • Sudahkah hidup saya menjadi teladan iman bagi keluarga?
  • Nilai rohani apa yang sedang saya wariskan kepada orang-orang di sekitar saya?

Doa:

Tuhan, ajarku meninggalkan warisan yang bernilai melalui iman dan teladan hidup. Biarlah keluargaku dan orang-orang di sekitarku melihat kasih serta kebenaran-Mu melalui kehidupanku. Pakailah hidupku untuk membawa generasi berikutnya semakin mengenal-Mu. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *