Bacaan Kitab Setahun: Lukas 17:1-19; Ams. 22-24.
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)
Dalam membangun bisnis maupun pelayanan, hal apa yang paling sulit dipertahankan? Anda bisa setuju atau tidak dengan saya. Namun jawaban adalah komitmen dan konsistensi. Banyak hubungan bisnis yang gugur di tengah jalan, karena salah satunya tidak komitmen atau melanggar komitmen. Banyak bisnis gulung tikar, karena tidak konsisten. Akibatnya, target tidak tercapai dan Key Performance Indicator (KPI) menunjukkan hasil yang buruk.
Hal ini pun juga terjadi di dalam pelayanan. Mari melek dengan sekeliling kita! Bukankah banyak relasi di dalam rekan pelayanan menjadi rusak karena ada yang tidak memegang komitmen. Ekspektasi tidak sesuai dengan eksekusi. Tidak hadirnya keributan terjadi, yang berujung mogok melayani, mundur dari pelayanan, dan hengkang dari gereja. Bahkan, pelayanan yang kita lakukan akan menjadi hambar, bila tidak konsisten di dalamnya.
Komitmen dan konsisten berjalan beriringan. Kalau kita mau melihat ada dampak yang dihasilkan dari bisnis atau pelayanan yang kita bangun, maka kita harus memeliharanya dengan komitmen dan konsistensi. Kita tidak bisa berharap bisnis bertambah besar terjadi, kalau pelaku bisnisnya moody, tidak komitmen, dan tidak konsisten. Demikian di dalam pelayanan. Pelayanan yang kita bangun dasarnya adalah kasih. Kasih kepada siapa? Kasih kepada Kristus. Kalau kita sadar yang kita bangun karena kita mengasihi Kristus, maka kita akan memelihara komitmen dan konsistensi kita. Ataukah perlu Yesus mengulang 3 kali pertanyaan kepada kita, seperti yang Ia tanyakan kepada Petrus? “Apakah engkau mengasihi Aku?”
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor! Kalau ada yang mulai malas, mundur, timbul tenggelam, mari perbaharui komitmen Anda! Kita harus lebih rajin, giat, lebih antusias daripada orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Mengapa? Karena di dalam diri kita ada Kristus, yang diurapi. Kita adalah orang-orang yang diurapi, sehingga kita berbeda dengan dunia. Bagaimana pengurapan itu terus mengalir dan dapat dirasakan? “Biarlah rohmu menyala-nyala.” Bangun kehidupan spirit Anda di tempat-tempat rahasianya Tuhan, jangan kasih kendor. Jaga api itu tetap menyala. Yang terjadi di alam roh termanifestasi di alam nyata. Orang yang rajin memelihara kehidupan rohaninya, pasti berdampak nyata di kehidupan jasmaninya. Jangan setengah-setengah, apalagi setengah mati. Ingatlah keadaanmu yang semula, ketika Tuhan memanggilmu. (LA)
Renungkan Hari Ini
- Apakah komitmen dan konsistensi saya dalam pelayanan masih terjaga?
- Apakah api kerohanian saya masih menyala atau mulai kendor?
- Apa yang perlu saya lakukan untuk memperbaharui komitmen saya kepada Tuhan?
Doa
Tuhan Yesus, nyalakan kembali api dalam kehidupan kami. Tolong kami untuk tetap rajin, setia, konsisten, dan berkomitmen dalam setiap pelayanan yang Engkau percayakan. Jangan biarkan kami mudah menyerah, tetapi mampukan kami terus melayani-Mu dengan kasih. Amin.
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan