Bacaan Kitab Setahun : Lukas 17:20-37; Ams. 25-27.

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kisah Para Rasul 1:3)

Setelah mengalami penderitaan salib yang sangat mengerikan, Yesus Kristus tidak segera naik ke surga dan meninggalkan para murid-Nya dalam kebingungan. Sebaliknya, selama empat puluh hari Ia berulang kali menampakkan diri kepada mereka. Penampakan ini bukan sekadar satu atau dua kali, tetapi berkali-kali dengan banyak tanda yang meyakinkan. Ia makan roti bersama mereka, menunjukkan luka-luka paku di tangan dan kaki-Nya, serta berinteraksi secara nyata. Tujuannya jelas: memastikan bahwa Ia sungguh hidup setelah kematian. Kebangkitan tubuh Yesus adalah fondasi iman Kristen yang tak tergoyahkan, bukan sekadar cerita indah, melainkan fakta yang didukung oleh banyak saksi mata.

Lebih dalam lagi, selama masa empat puluh hari yang penuh arti itu, Yesus tidak hanya menunjukkan Dia hidup. Ia juga secara khusus berbicara kepada para murid tentang Kerajaan Allah yakni realitas di mana Allah memerintah secara mutlak melalui Kristus sebagai Raja. Ini bukan kerajaan duniawi yang bersifat politik atau geografis seperti yang mungkin dibayangkan para murid pada awalnya. Kerajaan ini adalah pemerintahan kasih, kebenaran, dan keadilan Allah yang sudah hadir sekarang di dalam hati orang percaya dan akan disempurnakan di masa depan.

Bagi kita yang telah diselamatkan, ini sangat penting. Keselamatan bukan hanya membebaskan kita dari hukuman dosa, tetapi juga memindahkan kita dari kerajaan kegelapan ke dalam Kerajaan Terang, yaitu Kerajaan Anak Allah yang terkasih. Setelah diselamatkan, kita tidak lagi hidup di bawah kendali kerajaan dunia yang penuh dengan nilai-nilai egois, materialistis, dan bertentangan dengan kehendak Allah. Sebaliknya, kita hidup di bawah otoritas Raja Yesus yang bangkit.

Kerajaan Allah tetap relevan karena setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: tunduk kepada “raja-raja” dunia seperti kesuksesan, kenikmatan, atau opini orang banyak, atau sepenuhnya menyerahkan hidup kepada pemerintahan Kristus. Empat puluh hari itu mengingatkan kita bahwa iman yang sejati adalah iman yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Di bawah kerajaan siapakah aku hidup saat ini? Mari semakin setia membawa terang dan harapan di tengah dunia yang gelap.

Renungkan Hari Ini

  • Di bawah otoritas siapakah saya menjalani kehidupan sehari-hari?
  • Apakah kesuksesan, kenikmatan, atau opini orang lain masih lebih menguasai keputusan saya daripada kehendak Kristus?
  • Bagaimana saya dapat membawa terang dan harapan di tengah dunia yang gelap?

Doa

Tuhan Yesus, kami mau menyerahkan hidup kami sepenuhnya di bawah otoritas-Mu. Tolong kami agar tidak dikuasai oleh nilai-nilai dunia, tetapi hidup dalam kasih, kebenaran, dan kehendak Kerajaan-Mu. Pakailah kami menjadi terang dan pembawa harapan. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *