Bacaan Kitab Setahun: 1 Pet. 1; Yes. 56-58

“Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kusele matkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” Hakim-hakim 6: 15-16

Berapa kali kita menatap masa lalu, luka lama, atau kekurangan kita, lalu berbisik pelan, “Mana mungkin Tuhan pakai orang seperti saya?” Saat dipanggil untuk menyelamatkan bangsanya, reaksi pertama Gideon bukanlah bersyukur, melainkan menyodorkan daftar ketidaklayakannya. Ia berasal dari suku terkecil, dan di dalam keluarganya sendiri, ia yang paling muda dan tak diperhitungkan. Gideon jujur dengan keterbatasannya. Dan Tuhan mengakui realita itu.

Tapi Tuhan tidak perlu mengubah masa lalu Gideon supaya Dia bisa memakai masa depannya. Justru Tuhan meyakinkan Gideon dengan berkata: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau.”

Mungkin kita juga seperti Gideon – memandang diri kita kecil karena latar belakang keluarga dan masa lalu kita. Kita menunggu supaya bisa menjadi pribadi yang layak baru siap menerima panggilan Tuhan. Padahal, Alkitab secara konsisten menunjukkan bahwa Tuhan tidak memakai kita karena kita kuat. Sebaliknya lewat kelemahan kita kuasa-Nya dinyatakan.

Mungkin hingga hari ini masih ada bab yang ingin kita tulis ulang. Masa-masa sulit yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Tuhan mengizinkan ini dan itu terjadi? Kita tidak perlu berpura-pura bahwa itu tidak menyakitkan, dan kita tidak harus menyukai luka itu. Namun, kita bisa percaya bahwa Tuhan sanggup menebus apa yang tidak pernah Anda pilih.

Jika kita bisa kembali ke masa lalu dan bertemu dengan diri kita yang sedang berada di titik terendah, kita mungkin tidak perlu memberinya daftar panjang tentang apa yang akan terjadi di depan. Kita hanya perlu memeluknya dan berbisik: “Tuhan menyertaimu. Dia selalu ada, dan tidak pernah sekalipun meninggalkanmu.”

Tuhan tidak sedang mencari orang yang merasa dirinya mampu. Dia mencari hati yang mau berserah dan percaya. Jika hari ini Tuhan memberikan tanggung jawab baru, peran yang menantang, atau ladang pelayanan yang terasa melebihi kapasitas kita, ingatlah: “Ini bukan tentang seberapa cukup diri Anda, melainkan tentang Roh Tuhan yang menyertai Anda.”

Renungkan Hari Ini

  • Apakah ada bagian dari masa lalu atau kekurangan diri yang membuat saya merasa tidak layak dipakai Tuhan?
  • Bagaimana janji Tuhan, “Akulah yang menyertai engkau,” mengubah cara saya memandang diri sendiri?
  • Tanggung jawab atau panggilan apa yang perlu saya jalani dengan lebih percaya kepada penyertaan Tuhan?

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau tidak meninggalkan aku dalam kelemahan dan masa laluku. Tolong aku untuk tidak terus dibatasi oleh rasa takut dan ketidaklayakan. Ajarku percaya bahwa penyertaan-Mu lebih besar daripada keterbatasanku. Pakailah hidupku sesuai kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *