Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Jemaat Kartasura
Gusti Yesus Tresna Kula
“Menyelamatkan dan memuridkan jiwa-jiwa menjadi seperti Kristus”
Tekan gambar untuk membuka
Suara gembala
Tekan gambar untuk membuka
Ibadah Raya 1 06:00-08:00 WIB
Ibadah Raya 2 9:00-11:00 WIB
Ibadah Raya 3 17:00-19:00 WIB
Minggu, 25 Oktober 2026

06:00-08:00 WIB

09:00-11:00 WIB

17:00-19:00 WIB



Pemulihan sebuah bangsa bukan hanya tentang ekonomi, sosial, atau politik. Healing the Land mengingatkan bahwa pemulihan negeri dimulai dari umat Tuhan yang mau merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan hidup dalam pertobatan.
Dosa tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Iri hati, kekecewaan, amarah, dan keinginan membenarkan diri dapat menjadi celah dosa untuk masuk. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk menjaga hati dan menguasai diri.
Dunia mendorong kita mengejar sorotan, pengakuan, dan popularitas. Namun Yesus menunjukkan jalan yang berbeda: merendahkan diri dan hidup sebagai hamba. Nilai hidup bukan ditentukan oleh seberapa terkenal kita, tetapi oleh kesetiaan kita di hadapan Tuhan.
Kisah Niniwe mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan kehidupan sebuah kota dan bangsa. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk terus berdoa bagi Indonesia dan menjadi pendoa yang membawa bangsa ini kepada Tuhan.
Keselamatan memang diberikan secara cuma-cuma kepada manusia, tetapi bukan berarti keselamatan itu tidak memiliki harga. Anugerah Tuhan dibayar dengan pengorbanan Kristus, sehingga hidup yang telah ditebus seharusnya dijalani dengan penuh syukur dan ketaatan.
Memahami nilai memberi dalam Kerajaan Allah, bahwa memberi adalah tugas sepanjang hidup, membutuhkan pengorbanan, dan harus dilakukan dengan tekun karena Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan.
Salomo memiliki hikmat, kekayaan, dan pengalaman rohani yang luar biasa, tetapi hatinya perlahan menyimpang dari Tuhan. Renungan ini mengingatkan bahwa iman bukan hanya tentang bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita tetap setia sampai garis akhir.
Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk menanamkan iman kepada generasi berikutnya. Di tengah derasnya pengaruh dunia dan konten digital, orang tua dipanggil untuk menjadi teladan dan memperkenalkan Firman Tuhan kepada anak sejak dini.
Ketika hidup terasa penuh kehilangan, kita mungkin merasa datang kepada Tuhan dengan tangan kosong. Namun seperti Naomi, apa yang terlihat sebagai akhir dapat menjadi awal dari rencana Tuhan yang indah.
Pernahkah kamu merasa begitu takut sampai pikiran seolah tidak bisa berhenti bekerja?Kamu juga mungkin bertanya-tanya seperti: “Bagaimana kalau semuanya gagal?” “Bagaimana kalau keadaan semakin buruk?” “Bagaimana kalau saya tidak sanggup melewatinya?”Padahal, belum tentu semua yang kita khawatirkan benar-benar terjadi. Namun pikiran sudah lebih dulu dipenuhi berbagai kemungkinan terburuk.Jika dibiarkan, ketakutan…









