Bacaan Kitab Setahun : Lukas 2:21-52; Maz. 97-101.
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” –Yesaya 6:8
Ketika misionaris berkebangsaan Swedia, Eric Lund, merasa terpanggil oleh Allah untuk pergi ke Spanyol dan melakukan pekerjaan misi di akhir dekade 1890-an, ia langsung taat. Meski pelayanannya di sana tidak begitu berhasil, ia tetap bertahan dalam keyakinannya pada panggilan Allah. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang pria asal Filipina, Braulio Manikan dan membagikan Injil kepadanya. Mereka lalu bekerja sama untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam salah satu bahasa daerah di Filipina, dan ia kemudian merintis ladang misi pertama dari gereja Baptis di Filipina. Alhasil, banyak orang menerima Tuhan Yesus, dan itu semua karena Lund, seperti Nabi Yesaya, bersedia menjawab panggilan Allah.
Di Yesaya 6:8, Allah mencari orang yang mau pergi untuk menyampaikan pesan tentang penghakiman-Nya yang segera tiba dan pengharapan masa depan kepada umat Israel. Yesaya mengajukan diri dengan berani: “Ini aku, utuslah aku!” Sebenarnya ia merasa tidak layak, seperti yang telah ia akui sebelumnya, “Sebab aku ini seorang yang najis bibir” (ay.5). Akan tetapi, Yesaya bersedia memenuhi panggilan itu karena ia telah menyaksikan kekudusan Allah, menyadari dosa-dosanya, dan menerima penyucian dari-Nya (ay.1-7).
Apakah Allah memanggil Anda untuk melakukan sesuatu bagi-Nya? Apakah Anda belum mau menjawab panggilan-Nya? Jika demikian, ingatlah segala sesuatu yang telah Allah lakukan lewat kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dia telah mengutus Roh Kudus untuk menolong dan menuntun kita (Yoh. 14:26; 15:26-27), dan Dia akan menyiapkan kita untuk menjawab panggilan-Nya. Seperti Yesaya, kiranya kita berseru, “Utuslah aku!”.
Kita yang sudah diselamatkan karena percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Tuhan rindu keselamatan itu tidak berhenti pada kita saja tetapi Injil Keselamatan juga harus diberitakan kepada semua orang sehingga semua bangsa diselamatkan setiap lidah akan mengaku dan lutut bertekuk bahwa Yesus adalah Tuhan. Amin!
Renungkan Hari Ini
- Apakah saya menyadari bahwa Tuhan juga memanggil saya untuk mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya?
- Apa yang selama ini membuat saya ragu untuk menjawab panggilan Tuhan?
- Apakah saya merasa tidak layak seperti Yesaya? Apa yang Tuhan ajarkan melalui kisah Yesaya?
- Di lingkungan keluarga, pekerjaan, pelayanan, atau pergaulan saya, siapa yang Tuhan mungkin ingin saya layani?
- Apakah saya lebih sering menunggu merasa “siap” daripada bersedia dipakai Tuhan?
- Jika Tuhan berkata, “Siapakah yang akan Kuutus?”, apakah jawaban saya hari ini?
- Apa satu tindakan nyata yang bisa saya lakukan minggu ini untuk menjadi saksi Kristus?
Doa
Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau telah menyelamatkan dan memanggilku untuk menjadi bagian dari pekerjaan-Mu. Sering kali aku merasa tidak layak, takut, atau tidak mampu. Namun hari ini aku mau belajar seperti Yesaya untuk berkata, “Ini aku, utuslah aku.” Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan orang-orang di sekitarku. Berikan keberanian, hikmat, dan pimpinan Roh Kudus agar aku dapat menjalankan panggilan-Mu dengan setia. Amin.
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan