Bacaan Alkitab: 1 Tesalonika 5; Mazmur 37–40
“Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”
Lukas 22:27
Hari itu pekerjaan di kantor sangat melelahkan. Namun saat sampai di rumah, tiba waktunya bagi saya untuk memulai “pekerjaan lain”: menjadi ayah yang baik. Sambutan dari istri dan anak saya segera berubah menjadi, “Pa, mau makan malam apa?”, “Pa, boleh ambilkan aku minum?”, “Pa, main bola yuk?”
Sebenarnya saya hanya ingin duduk santai. Meskipun sebagian diri saya ingin bersikap sebagai ayah yang baik, saya tidak merasa bersemangat untuk melayani kebutuhan keluarga saya. Saat itulah saya melihat sesuatu: sebuah kartu ucapan terima kasih yang diterima istri saya dari salah seorang jemaat gereja. Kartu itu bergambar semangkuk air, handuk, dan sandal kotor. Di bagian bawah gambar terdapat kata-kata dari Lukas 22:27, “Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.”
Pernyataan tentang misi Yesus untuk melayani orang-orang yang hendak dicari dan diselamatkan benar-benar saya butuhkan saat itu. Jika Yesus saja bersedia melakukan pekerjaan yang paling hina bagi para pengikut-Nya—membasuh kaki murid-murid-Nya—tentulah saya dapat mengambilkan minum untuk anak saya tanpa mengeluh.
Saat itu saya diingatkan bahwa setiap permintaan keluarga bukan sekadar kewajiban, melainkan kesempatan untuk mencerminkan hati seorang hamba seperti Yesus. Ketika kita diminta melakukan sesuatu, itulah kesempatan untuk bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Kristus, Pribadi yang melayani dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.
Kasih Allah yang kita terima memampukan kita untuk melayani sesama.
Renungkan Hari Ini:
- Apakah saya melayani keluarga dengan sukacita atau hanya karena kewajiban?
- Bagaimana saya dapat meneladani kerendahan hati Yesus dalam kehidupan sehari-hari?
- Apakah saya mudah mengeluh ketika diminta membantu anggota keluarga?
- Sudahkah saya melihat setiap kesempatan melayani sebagai bentuk kasih kepada Kristus?
- Siapa yang dapat saya layani hari ini dengan hati seorang hamba?
Doa:
Bapa yang penuh kasih, terima kasih karena Yesus telah memberikan teladan sebagai Hamba yang melayani dengan kasih dan kerendahan hati. Bentuklah hatiku agar tidak mudah mengeluh ketika melayani keluarga maupun sesama. Ajarlah aku melihat setiap kesempatan melayani sebagai bentuk kasih kepada-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan