Bacaan Kitab Setahun : Ibrani 6; Yes. 30-32.

“Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!” (1 Korintus 16:13)

Setiap hari ketika membuka gadget, ada banyak sapaan dan ucapan yang terbaca di grup media sosial; mulai dari sekedar ucapan selamat pagi, nasihat dan kalimat motivasi yang membutuhkan perenungan mendalam bak ditulis oleh konselor atau filsuf besar. Ada sapaan dari grup yang cukup menyejukkan, “Mulailah hari dengan ucapan syukur, jalanilah dengan ikhlas.” Ketika orang percaya berdiri teguh dalam iman dan pengharapan, maka ucapan syukur akan terpancar, karena ia yakin Tuhan lebih besar dari tantangan yang ada, sehingga dengan ikhlas menjalani momen itu sebagai sekolah kehidupan.

Kehidupan orang percaya tidak lepas dari tantangan dan persoalan, namun Rasul Paulus memberikan empat perintah yang singkat tetapi sangat kuat, salah satunya ialah berdiri teguh dalam iman. Keteguhan bukan berarti tidak pernah goyah, melainkan tetap memilih percaya kepada Tuhan sekalipun keadaan sulit, karena iman yang sejati tidak bergantung pada situasi tetapi pada kesetiaan-Nya. Berdiri teguh dalam iman juga berarti tetap taat pada firman-Nya dan kuat ketika badai kehidupan datang menguji iman.

Namun ada beberapa hambatan yang sering membuat seseorang sulit berdiri teguh dalam iman. Kekecewaan, rasa takut, pencobaan dan penderitaan dapat menimbulkan keraguan terhadap kasih dan penyertaan Tuhan. Sedangkan godaan dunia, kekayaan, popularitas, dan kenyamanan secara perlahan akan menjauhkan hati dari Tuhan. Demikian pula, pengaruh lingkungan yang tidak selaras dengan nilai² Kerajaan berpotensi membuat orang percaya berkompromi dengan dosa.

Berdiri teguh dalam iman bukan berarti tidak pernah mengalami rasa takut atau bebas dari pergumulan, tetapi tetap memilih setia dan taat kepada Tuhan di tengah segala keadaan yang sukar, percaya bahwa Ia memberikan kekuatan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya. Karena itu, kita perlu membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa, membaca dan merenungkan firman-Nya, serta bersekutu dengan sesama orang percaya, sehingga iman akan semakin bertumbuh dan mampu menghadapi setiap tantangan. Marilah kita tetap setia dan tidak menyerah dan terus berpegang pada Kristus, sumber pengharapan dan dasar yang teguh. (YL)

Renungkan Hari Ini

  1. Apa yang biasanya membuat iman saya goyah ketika menghadapi masalah dan keadaan yang sulit?
  2. Apakah saya tetap memilih percaya dan taat kepada Tuhan ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan saya?
  3. Bagaimana saya dapat membangun hubungan yang lebih intim dengan Tuhan agar iman saya semakin teguh?

Doa

Tuhan, teguhkanlah imanku ketika aku menghadapi tantangan, ketakutan, dan pergumulan. Ajarku untuk tetap percaya dan setia kepada-Mu sekalipun keadaan tidak mudah. Tolong aku terus berpegang pada firman-Mu dan menjadikan Kristus sebagai sumber pengharapan dan dasar hidupku. Amin.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *