Bacaan Kitab Setahun : Ibrani 5; Yes. 28-29.

“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:18 – TB)

Banyak orang menganggap kebebasan berarti hidup tanpa aturan dan dapat melakukan apa saja yang diinginkan. Namun Alkitab memberikan pengertian yang sangat berbeda. Ketika Kristus menyelamatkan kita, Ia mengangkat kita dari lumpur dosa, mematahkan belenggu kuasa dosa, dan memberikan kebebasan yang sejati. Akan tetapi, kebebasan itu bukanlah izin untuk kembali hidup menurut keinginan daging. Paulus justru berkata bahwa setelah dibebaskan dari dosa, kita menjadi hamba kebenaran.

Artinya, kehidupan orang percaya tidak lagi diperintah oleh dosa, melainkan oleh Kristus, Sang Kebenaran. Dahulu dosa menjadi tuan yang memaksa kita hidup dalam pemberontakan kepada Allah. Sekarang kita memiliki Tuan yang baru. Perbedaannya sangat besar. Dosa selalu menjanjikan kenikmatan, tetapi akhirnya membawa kehancuran. Sebaliknya, Kristus memimpin kita kepada kehidupan, damai sejahtera, dan kekudusan.

Inilah sebabnya keselamatan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan. Kita telah dibenarkan oleh anugerah Allah, tetapi kita juga sedang menjalani proses pengudusan. Setiap hari Roh Kudus membentuk karakter kita agar semakin serupa dengan Kristus. Karena itu, selama kita masih hidup di dunia ini, pertanyaannya bukanlah apakah pencobaan akan datang, melainkan kepada siapa kita akan tunduk. Apakah kita akan menaati Sang Raja dan hidup dalam kebenaran, ataukah perlahan kembali menikmati kubangan dosa yang dahulu telah membelenggu kita?

Paulus kemudian mengingatkan agar anggota-anggota tubuh kita diserahkan kepada Allah sebagai senjata-senjata kebenaran (Roma 6:13). Mata kita dipakai untuk melihat yang benar. Lidah kita dipakai untuk memberkati. Tangan kita dipakai untuk melayani. Pikiran kita dipakai untuk memuliakan Tuhan. Inilah makna kebebasan yang sejati. Kita bebas, bukan untuk berbuat sesuka hati, melainkan bebas untuk melakukan kehendak Allah.

Jangan melihat ketaatan sebagai belenggu yang baru tetapi ketaatan kepada Kristus terdapat sukacita, damai sejahtera, dan kehidupan yang sejati. Dunia mengira kebebasan adalah hidup tanpa Tuhan, tetapi Injil menyatakan bahwa kebebasan sejati adalah hidup di bawah pemerintahan Kristus, menemukan tujuan hidup sejati dan berjalan dalam kebenaran. (DH)

Renungkan Hari Ini

  1. Apakah selama ini saya memahami kebebasan dalam Kristus sebagai kebebasan dari dosa untuk melakukan kehendak Allah?
  2. Kepada siapa saya sebenarnya tunduk dalam kehidupan sehari-hari: kepada keinginan diri sendiri atau kepada Kristus?
  3. Apakah ada bagian dalam hidup saya yang masih perlu diserahkan kepada Tuhan agar digunakan sebagai senjata kebenaran?

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena melalui-Mu aku telah dimerdekakan dari dosa. Tolong aku tidak menggunakan kebebasan ini untuk hidup sesuka hati, tetapi menyerahkan seluruh hidupku kepada-Mu. Biarlah pikiran, perkataan, dan tindakanku dipakai untuk melakukan kehendak-Mu dan hidup dalam kebenaran. Amin.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *