Saya mengenal seseorang yang sejak kecil tumbuh dengan orangtua yang sibuk bekerja. Karena lebih sering sendiri, televisi dan gadget menjadi teman sehari-harinya. Tanpa pendampingan yang cukup, ia sempat melihat berbagai konten yang sebenarnya belum sesuai dengan usianya. Masa remaja memang menjadi masa penting dalam perkembangan seseorang. Menurut WHO, lingkungan keluarga, hubungan dengan orang lain, dan dukungan yang sehat dapat ikut memengaruhi kesehatan mental remaja.

Seiring bertambahnya usia, beberapa perubahan mulai terlihat dalam dirinya. Ia semakin tertutup dan jarang menceritakan apa yang sedang dirasakan. Ia lebih sering menarik diri, terkadang menangis sendirian, dan mulai memiliki pikiran-pikiran yang membuatnya merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri.

Masalahnya, ia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia juga tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Sampai suatu hari, seorang anggota keluarganya mulai membuka ruang untuk berbicara tanpa menghakimi, tanpa nasihat, dan hanya fokus mendengarkan. Hal sederhana itu ternyata penting. UNICEF Indonesia menjelaskan bahwa ketika remaja didengarkan dengan empati dan tanpa penghakiman, mereka bisa merasa lebih aman untuk menceritakan apa yang sedang dialami.

Apakah Kamu Pernah Merasakan Hal yang Sama?

Mungkin ceritamu berbeda. Tetapi pernahkah kamu merasa ada sesuatu dalam dirimu yang berubah?

Mungkin kamu lebih sering ingin menjauh dari orang lain. Kamu sulit bercerita, sering merasa kosong atau sedih, atau ada pikiran tertentu yang terus muncul dan membuatmu tidak nyaman.

WHO memperkirakan sekitar 1 dari 7 remaja usia 10–19 tahun di dunia mengalami kondisi kesehatan mental. Sayangnya, banyak yang belum menyadari apa yang sedang mereka alami atau belum mendapatkan pertolongan.

Namun, kamu juga tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa dirimu mengalami gangguan tertentu. Merasa sedih, cemas, marah, mudah tersinggung, ingin menyendiri, atau mengalami hari yang buruk bisa terjadi pada siapa saja.

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), yang perlu lebih diperhatikan adalah ketika perubahan itu terus berlangsung selama beberapa minggu, terasa semakin berat, atau mulai mengganggu sekolah, pekerjaan, hubungan dengan orang lain, dan aktivitas sehari-hari.

Tanda-Tanda yang Sebaiknya Jangan Terus Diabaikan

Coba perhatikan apa yang terjadi dalam dirimu selama beberapa waktu, bukan hanya berdasarkan satu atau dua hari yang buruk. Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan misalnya :

• semakin sering menjauh dari keluarga atau teman,
• kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai,
• pola tidur atau makan berubah,
• lebih sulit mengendalikan emosi,
• sulit berkonsentrasi,
• sering merasa sedih atau menangis,
• aktivitas sehari-hari mulai terasa semakin sulit dilakukan.

Tidak semua tanda tersebut berarti kamu mengalami gangguan kesehatan mental. Tetapi jika perubahan itu berlangsung lama atau membuat kehidupanmu semakin terganggu, jangan abaikan.

Apalagi jika muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, atau melakukan sesuatu yang tidak aman. Dalam kondisi seperti itu, kamu bisa mencari pertolongan.

Kamu Gak Perlu Tahu Persis Kondisimu untuk Mencari Pertolongan

Salah satu alasan seseorang menunda mencari bantuan adalah karena merasa belum tahu apa sebenarnya yang sedang dialami. “Ini depresi bukan, ya?” “Apakah aku mengalami anxiety?” “Jangan-jangan aku cuma terlalu sensitif?”

Padahal, kamu tidak perlu mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dirimu untuk bisa mencari pertolongan.

Kamu bisa memulai dengan kalimat sederhana seperti, “Akhir-akhir ini aku merasa berbeda,” “Aku sering merasa sedih tanpa tahu kenapa,” atau “Ada pikiran yang terus menggangguku.”

Itu sudah cukup untuk membuka percakapan.

WHO menyebut bahwa masih banyak kondisi kesehatan mental pada remaja yang tidak dikenali dan tidak mendapatkan penanganan. Karena itu, berani menceritakan apa yang sedang dirasakan bisa menjadi langkah awal yang penting.

_ berbagai sumber | jawaban.com

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *