Uang adalah salah satu hal dalam hidup yang menarik sekaligus membingungkan. Bagaimana menggunakannya dengan cara yang tepat?
Di satu sisi, seringkali uang itu diidentikkan sebagai sesuatu yang jahat atau tidak baik. Uang identik dengan keserakahan, kriminalitas, dan nafsu duniawi. Di satu sisi, kita menyadari selama kita hidup di dunia ini, kita harus berurusan dan memerlukan uang. Uang juga kita sadari merupakan benda dengan dua wajah. Alkitab berkata, jangan sampai Mamon (atau uang) menjadi tuan kita, karena kita harus memilih siapa yang kita sembah, Allah atau uang. Namun Alkitab juga berkata, “Ikatlah persahabatan dengan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi” – dengan kata lain, uang itu bisa kita manfaatkan sebagai alat untuk menyembah Allah semasa kita ada di dunia ini. Masalah uang seringkali menjadikan banyak orang Kristen frustrasi, dan dikejar-kejar pertanyaan seperti: Apakah Allah peduli soal keuangan saya? Akankah uang itu pernah cukup untuk kita? Akankah itu akan terus menerus cukup? Seberapa banyak cukup itu?
Selalu dalam benak kita, kita sering dihantui pikiran, uang itu sesuatu yang tidak rohani, tidak layak dan tidak pantas untuk diperbincangkan dengan Tuhan. Tentulah Tuhan hanya peduli dan tertarik untuk bicara soal gereja, persembahan, pelayanan, dll. Tetapi mendoakan masalah keuangan di rumah tangga, di perusahaan, rasanya risih. Kelihatannya tidak begitu pendapat Tuhan. Bagi Dia tidak ada masalah rohani dan tidak rohani dalam hidup kita, karena keseluruhan hidup kita adalah kepedulian Dia.
Dan Allah kita adalah Allah yang mengerti. Dia mengerti kekuatiran dan pergumulan kita akan soal uang atau materi. Dia berseru dengan riang di hadapan orang-orang yang relatif miskin di jaman-Nya, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”
Jadi, Allah peduli akan hidup kita termasuk soal keuangan dan materi dalam hidup kita. Dia mengerti uang adalah bagian dari hidup kita semasa di muka bumi dan oleh karena-Nya Dia ingin kita menggunakan uang seperti kehendak-Nya.
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan