Bacaan Kitab Setahun : Titus 2; Yes. 7-9.

“Karena iman, maka Nuh—dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan—dengan taat mempersiapkan sebuah bahtera untuk menyelamatkan keluarganya.” (Ibrani 11:7)

Iman bukan sekadar keyakinan bahwa Allah sanggup melakukan sesuatu. Iman adalah cara hidup yang mempercayai Sang Raja. Ketika Allah berfirman, kita lebih memilih menaati firman-Nya dan percaya bahwa kuasa Tuhan lebih besar daripada masalah yang sedang kita hadapi. Inilah kehidupan yang disebut Alkitab sebagai “hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Korintus 5:7).

Nuh menjadi teladan yang jelas tentang kehidupan seperti ini. Allah memperingatkannya mengenai air bah yang akan datang, padahal saat itu belum ada tanda-tanda yang dapat dilihat. Namun, Ibrani 11:7 menyatakan bahwa Nuh menerima petunjuk Allah tentang “sesuatu yang belum kelihatan.” Ia tidak membangun bahtera karena melihat hujan, melainkan karena mempercayai Allah yang berbicara kepadanya.

Bagi dunia, tindakan Nuh tampak tidak masuk akal. Menghabiskan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk membangun bahtera ketika belum ada banjir merupakan keputusan yang sulit dipahami. Namun, Nuh tidak mendasarkan hidupnya pada pendapat manusia atau keadaan yang terlihat. Ia mendasarkan hidupnya pada karakter Allah yang tidak pernah berdusta dan selalu menepati firman-Nya.

Tuhan Yesus mengajarkan kualitas iman seperti ini ketika berkata bahwa kita harus menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil (Markus 10:15). Seorang anak mungkin belum memahami seluruh alasan bapanya, tetapi ia tetap percaya kepadanya. Demikian pula, warga Kerajaan hidup dengan hati yang percaya kepada Sang Raja, sekalipun belum memahami seluruh rencana-Nya.

Jika saat ini kita sedang diperhadapkan pada berbagai situasi dunia yang tidak menentu, jangan tawar hati. Mungkin kita belum melihat jawaban doa, pemulihan keluarga, terobosan dalam pekerjaan, atau jalan keluar dari pergumulan. Namun, kehidupan iman tidak ditentukan oleh apa yang terlihat, melainkan oleh Pribadi yang kita percayai. Tuhan tidak menjanjikan situasi sulit yang kita alami segera berubah, tetapi Ia menjanjikan kita akan kuat dan cakap melewati bersama-Nya. (RSN)

Renungkan Hari Ini

  1. Apakah saya tetap percaya kepada Tuhan ketika belum melihat jawaban doa?
  2. Apakah saya lebih mendasarkan hidup pada firman Tuhan atau keadaan yang terlihat?
  3. Apa bentuk ketaatan yang Tuhan ingin saya lakukan hari ini?

Doa

Tuhan Yesus, teguhkan iman kami agar tetap percaya kepada-Mu sekalipun kami belum melihat jawaban dan jalan keluar. Ajarlah kami menaati firman-Mu dan terus berjalan bersama-Mu. Amin.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *