Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Jemaat Kartasura
Gusti Yesus Tresna Kula
“Menyelamatkan dan memuridkan jiwa-jiwa menjadi seperti Kristus”
Ibadah Raya 1 06:00-08:00 WIB
Ibadah Raya 2 9:00-11:00 WIB
Ibadah Raya 3 17:00-19:00 WIB
Minggu, 13 September 2026

06:00-08:00 WIB

09:00-11:00 WIB

17:00-19:00 WIB



Kekayaan dapat memberikan kenyamanan, tetapi juga bisa menjadi jebakan ketika manusia mulai menaruh kepercayaan dan harapan pada harta. Alkitab mengingatkan kita untuk menggunakan kekayaan dengan bijaksana dan tetap menjadikan Tuhan sebagai sumber pengharapan.
Persiapan finansial sebelum menikah memang penting, tetapi jangan sampai perencanaan membuat kita lupa bahwa hidup tetap berada dalam pemeliharaan Tuhan. Mapan dan iman kepada Tuhan dapat berjalan bersama.
Ketika masalah perselingkuhan melibatkan figur publik, persoalan rumah tangga dapat menjadi konsumsi publik. Namun, kejujuran, pertobatan, pengampunan, dan pemulihan tetap perlu ditempatkan sebagai langkah utama.
Mengajarkan anak mengatur keuangan sejak kecil membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tidak boros, bijak mengelola uang, dan bertanggung jawab.
Pemulihan sebuah bangsa bukan hanya tentang ekonomi, sosial, atau politik. Healing the Land mengingatkan bahwa pemulihan negeri dimulai dari umat Tuhan yang mau merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan hidup dalam pertobatan.
Dosa tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Iri hati, kekecewaan, amarah, dan keinginan membenarkan diri dapat menjadi celah dosa untuk masuk. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk menjaga hati dan menguasai diri.
Dunia mendorong kita mengejar sorotan, pengakuan, dan popularitas. Namun Yesus menunjukkan jalan yang berbeda: merendahkan diri dan hidup sebagai hamba. Nilai hidup bukan ditentukan oleh seberapa terkenal kita, tetapi oleh kesetiaan kita di hadapan Tuhan.
Kisah Niniwe mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan kehidupan sebuah kota dan bangsa. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk terus berdoa bagi Indonesia dan menjadi pendoa yang membawa bangsa ini kepada Tuhan.
Keselamatan memang diberikan secara cuma-cuma kepada manusia, tetapi bukan berarti keselamatan itu tidak memiliki harga. Anugerah Tuhan dibayar dengan pengorbanan Kristus, sehingga hidup yang telah ditebus seharusnya dijalani dengan penuh syukur dan ketaatan.








