Bacaan Kitab Setahun : Ibrani 8; Yes. 36-38.
“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.” Mazmur 62: 1-2
Belakangan ini, perhatian kita tersedot dengan semua isu yang sedang terjadi di Indonesia – bukan saja tentang pejabat pemerintahannya yang terkesan abai, tetapi juga tetap isu kemanusiaan, bencana alam dan ekonomi yang sedang sulit. Sampai tanpa sadar, mempengaruhi emosional kita – rasa marah, kecewa, sedih dan geram saling menumpuk. Apakah Anda juga pernah merasakan hal serupa? Saat kondisi di sekitar kita tidak baik-baik saja, wajar jika kita mulai merespons secara emosional. Tetapi hal yang membuatnya bisa menjadi buruk adalah waktu kita terlalu begitu dalam. Di sinilah pentingnya punya cara untuk mengelola, mengendalikan atau mengekspresikan emosi dengan baik.
Sekalipun begitu banyak berita atau kabar buruk yang sedang kita dengar, bagaimana kita meresponi sangat berpengaruh dengan apa yang akan kita rasakan. Dalam artian, kita boleh marah, sedih atau komplain. Tetapi bagaimana dan seperti apa kita mengekspresikannya sangat mempengaruhi ketenangan batin dan pikiran kita.
Kita belajar dari Daud yang tetap tenang di tengah tekanan besar dengan mengambil waktu sendiri untuk berseru kepada Tuhan, seperti tertulis dalam Mazmur 62. Alih-alih memendam kesesakannya, ia memilih untuk mengekspresikan perasaannya kepada Tuhan serta merenungkan kebenaran bahwa Allah adalah batu karang dan kota bentengnya. Pola inilah yang selalu ia ulangi setiap kali rasa takut atau gelisah datang—menunjukkan bahwa ketenangan sejati ia bangun secara sadar melalui kedekatannya dengan Tuhan, bukan datang begitu saja.
Demikian ia sampaikan, “Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.” (Maz. 56: 5)
Kita mengakui, perasaan kecewa, marah, dan sedih yang kita alami adalah hal yang wajar. Namun kita sering lupa bahwa jalan terbaik untuk meresponi keadaan yang sedang tidak baik-baik adalah datang kepada Tuhan dan mengungkapkan semuanya dengan jujur, Ia adalah sumber damai sejahtera dan pribadi yang memegang kendali atas segala sesuatu di dunia ini.
Jika saat ini kita kecewa, marah, sedih dan tidak baik-baik, jangan biarkan setiap emosi itu merasuki dan mencuri damai kita- apalagi sampai membuat Anda tidak bisa tidur berhari-hari. Mari temukan kembali ketenangan di dalam Tuhan – seperti Daud. Dengan begitu, kita tidak memilikinya sendiri, sebab kita percaya Tuhan ambil kendali atas semuanya.
Renungkan Hari Ini
- Berita atau keadaan apa yang belakangan ini paling memengaruhi ketenangan hati dan pikiranku?
- Ketika kecewa, marah, atau sedih, apakah aku membawa perasaanku kepada Tuhan atau justru membiarkannya menguasai diriku?
- Apa yang dapat kupelajari dari Daud tentang mencari ketenangan melalui doa dan kepercayaan kepada Tuhan?
- Langkah sederhana apa yang dapat kulakukan hari ini untuk kembali memusatkan hati kepada Tuhan?
Doa
Bapa di Surga, di tengah keadaan yang tidak selalu mudah, ajarku menemukan ketenangan di dalam-Mu. Tolong aku mengelola emosiku dengan bijaksana dan menyerahkan kekhawatiranku kepada-Mu. Ingatkan aku bahwa Engkaulah gunung batu, keselamatan, dan sumber pengharapanku. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Tinggalkan Balasan