Bacaan Kitab Setahun : Lukas 12:1-34; Maz. 148-150.

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.”
(Yohanes 10:14 – TB)

Banyak orang tahu nama Yesus. Tetapi tahu nama seseorang sangat berbeda dengan mengenalnya. Yesus tidak berkata, “domba-domba-Ku tahu tentang Aku.” Ia berkata, “domba-domba-Ku mengenal Aku.” Dalam bahasa Yunani, kata mengenal: ginosko — sebuah pengenalan yang bersifat personal, mendalam, dan relasional. Bukan pengetahuan tentang fakta, melainkan kedekatan yang hidup. Ini adalah bahasa perjanjian, bahasa kasih, bahasa yang menggambarkan hubungan antara gembala dan dombanya yang ia jaga satu per satu.

Inilah yang membuat pernyataan Yesus begitu mengguncang : keselamatan bukan ditentukan oleh seberapa rajin kita hadir di gereja, melainkan oleh seberapa dalam kita dikenal Tuhan dan kita mengenal-Nya. Bukan aktivitas rohani yang menjadi ukurannya, melainkan relasi yang sejati.

Relasi dengan Kristus sebagai Gembala Agung bukanlah relasi satu arah. Ada timbal balik di dalamnya. Sang Gembala mengenal kita Ia tahu nama kita, pergumulan kita, bahkan kelemahan kita yang paling dalam. Dan sebagai respons, kita pun dipanggil untuk mengenal-Nya. Bukan sekadar mengakui-Nya di mulut, tetapi hidup di bawah otoritas-Nya.

Di sinilah banyak orang berhenti di tengah jalan. Mereka mengakui mengenal Kristus, tetapi tidak ada yang berubah dalam cara mereka hidup, memilih, dan mengasihi. Padahal, mengenal Kristus dengan sungguh selalu menghasilkan buah bukan karena buah itu yang menyelamatkan, tetapi karena pengenalan yang sejati dengan sendirinya membawa ketaatan, ketundukan, dan transformasi karakter. Domba yang mengenal gembalanya akan mengikuti suara gembalanya (Yoh. 10:27).

Seseorang bisa hafal seluruh isi Alkitab dan tetap asing bagi Kristus. Sebaliknya, seseorang yang sungguh mengenal-Nya tidak akan bisa tetap sama. Pertanyaannya bukan, “Apakah kamu tahu tentang Yesus?” Melainkan, “Apakah Yesus mengenalmu dan apakah hidupmu membuktikannya?” Mengenal Kristus bukanlah perjalanan satu kali, melainkan hubungan yang terus dibangun setiap hari. Bukanlah berbicara tentang Tuhan, tetapi apakah kita sungguh mengenal Sang Gembala. (DH)

Renungkan Hari Ini

  1. Apakah selama ini saya hanya tahu tentang Yesus, atau sungguh membangun hubungan pribadi dengan-Nya?
  2. Dalam hal apa kehidupan saya menunjukkan bahwa saya mengenal dan mengikuti suara Sang Gembala?
  3. Apa yang perlu saya lakukan hari ini untuk semakin dekat dan mengenal Kristus?

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenal kami secara pribadi. Tolong kami untuk tidak hanya mengetahui tentang-Mu, tetapi sungguh mengenal dan mengikuti-Mu setiap hari. Biarlah hidup kami menunjukkan kasih, ketaatan, dan karakter yang semakin menyerupai-Mu. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *