Bacaan Kitab Setahun : Lukas 10:25-42; Maz. 139-141.
“Karena kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1Kor. 6:20) “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Janganlah kamu menjadi hamba manusia.” (1Kor. 7:23)
Kita hidup di zaman yang menyukai kata “gratis”. Diskon, promo, bonus—semuanya terasa menarik. Namun, kenyataannya tidak ada yang benar-benar gratis. Selalu ada harga yang harus dibayar, baik oleh kita maupun oleh orang lain. Yang menarik, dalam iman Kristen, keselamatan sering disebut “gratis”. Kita diselamatkan bukan karena usaha, bukan karena kebaikan, tetapi karena anugerah. Kata “gratis” itu sendiri sebenarnya punya akar yang dalam : “grace”—yang berarti karunia. Jadi “gratis” bukan berarti murahan, tetapi sesuatu yang diberikan karena kasih, tanpa kita layak menerimanya.
Namun jangan salah paham—anugerah itu tidak murah. Bagi kita mungkin gratis, tapi bagi Allah itu sangat mahal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…” (Yoh. 3:16). Ada harga yang dibayar bukan dengan perak atau emas, tetapi darah Kristus sendiri. “…kamu telah ditebus… bukan dengan barang yang fana…melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus…” (1Pet. 1:18-19). Jadi saat berkata, “aku diselamatkan secara gratis,” sebenarnya kita sedang berkata : “Ada Pribadi yang membayar lunas hidupku.” Dan itu mengubah segalanya.
Hidup kita bukan lagi milik kita sendiri. Kita terlalu berharga untuk hidup sembarangan. Kita terlalu mahal untuk hidup setengah? Kita terlalu dikasihi untuk kembali menjadi hamba dosa atau manusia. Pertanyaannya sekarang, “Bagaimana aku hidup sebagai seseorang yang sudah dibayar lunas dengan harga yang begitu mahal?”
Kesadaran bahwa kita telah ditebus dengan harga yang sangat mahal seharusnya menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Bukan hanya kata-kata, melainkan dinyatakan melalui ketaatan pada Tuhan. Setiap keputusan, perkataan, dan tindakan kita menjadi kesempatan untuk menghormati Dia yang telah mengasihi kita terlebih dahulu. Jangan sampai anugerah yang begitu besar dianggap biasa atau diterima tanpa tanggapan yang nyata. Kalau kita benar-benar mengerti itu, hidup kita akan berubah—cara kita berpikir, memilih, dan menjalani hari. Karena yang kita terima memang “gratis”. Tapi harga yang telah Dia bayar sungguh tak ternilai. (DD)
Renungkan hari ini:
- Apakah saya selama ini memperlakukan anugerah keselamatan sebagai sesuatu yang biasa atau benar-benar menyadari harganya?
- Jika saya menyadari bahwa hidup saya telah ditebus dengan darah Kristus, apa yang seharusnya berubah dalam cara saya menjalani kehidupan?
- Apakah ada keputusan, kebiasaan, atau tindakan dalam hidup saya yang belum mencerminkan rasa syukur atas anugerah Tuhan?
- Bagaimana saya dapat menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan melalui kehidupan saya hari ini?
Doa:
Tuhan Yesus, terima kasih untuk anugerah keselamatan yang begitu besar. Aku sadar bahwa keselamatan yang kuterima dengan cuma-cuma bukanlah sesuatu yang murah. Ada harga yang sangat mahal yang telah Engkau bayar melalui pengorbanan-Mu di kayu salib.
Ampuni aku jika selama ini aku terlalu sering menganggap anugerah-Mu sebagai sesuatu yang biasa. Tolong aku untuk semakin memahami betapa besar kasih-Mu dan betapa berharganya hidup yang telah Engkau tebus.
Ajarku untuk hidup dengan penuh syukur, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui setiap keputusan, sikap, dan perbuatanku. Biarlah hidupku menjadi persembahan yang memuliakan nama-Mu.
Terima kasih karena Engkau telah mengasihiku terlebih dahulu dan membayar lunas hidupku. Tolong aku untuk tidak menyia-nyiakan anugerah yang telah kuterima. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan