
Orang percaya dipanggil untuk hidup kudus bukan untuk mencari keselamatan, tetapi karena mereka sudah dijadikan ciptaan baru di dalam Kristus. Kekudusan berarti keluar dari kegelapan menuju terang serta meninggalkan cara hidup yang lama. Transformasi melalui kekudusan berarti perubahan hidup secara menyeluruh yang terjadi saat seseorang dipisahkan dari dosa dan hidup dalam ketaatan kepada Allah. Kekudusan bukan sekadar menjauhi dosa, tetapi menjadi alat Allah untuk membentuk hati, pikiran, dan karakter kita apur serupa Kristus.
Mari kita belajar tiga hal tentang Transformasi melalui kekudusan :
Yang pertama, Jangan Mengikuti Gaya Hidup Dunia.
Dunia menawarkan cara hidup yang bertentangan dengan nilai Kerajaan Allah—gaya hidup seenaknya, egois, kompromi, dan penuh dosa tersembunyi. Roma 12:2 mengingatkan, “Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini…” Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup berbeda; terang di tengah kegelapan. Kita hidup untuk menerangi dunia, bukan dibutakan oleh gelapnya dunia.
Yang kedua, Perubahan Dimulai dari Perubahan Hati dan Pikiran.
Transformasi sejati tidak dimulai dari luar, tetapi dari dalam. Roma 12:2b berkata, “…tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Roh Kudus bekerja dalam hati dan pikiran kita—mengubah pola pikir lama menjadi pola pikir Kristus. Dalam Efesus 4:23, kita diajak untuk “dibaharui di dalam roh dan pikiranmu.” Transformasi sejati bermula dari hati yang diperbarui oleh Roh Kudus, mengubah pikiran lama menjadi pola pikir Kristus yang hidup.
Yang ketiga, Mengenali Kehendak Allah: Baik, Berkenan, dan Sempurna.
Hidup dalam kekudusan membuka mata rohani kita untuk mengerti kehendak Allah. Roma 12:2c menyatakan bahwa hanya hati yang diperbarui yang bisa membedakan apa yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna di mata Allah. Ini adalah hidup dalam perkenanan Nya. Sudahkah hati Anda diperbarui sehingga mata rohani Anda terbuka untuk mengenali kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna?
Transformasi sejati tidak terjadi tanpa kekudusan. Transformasi sejati membutuhkan anugerah Allah sehingga memampukan kita hidup dalam kekudusan. Semakin kita hidup terpisah dari dunia dan mendekat kepada Allah, semakin kita diubahkan untuk mengerti dan melakukan kehendak-Nya. Dunia terus menggoda, namun kita yang hidup kudus akan semakin melekat erat dengan Allah. Hari ini, tanyakan pada diri sendiri. Apakah saya sedang berubah menjadi serupa cuni, atau sedang diubah untuk serupa Kristus melalui kekudusan? “Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna.” (Roma 12:2 – TB2). Stay blessed. (DW)
Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan