Bacaan Kitab Setahun : Lukas 22:47-71; Kid. 1-3.
“Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu, sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.” (2 Korintus 6:2)
Dalam bahasa Yunani, kata “waktu” berarti yang pertama adalah kronos yaitu “waktu yang berjalan linear, terukur dalam detik, menit, dan jam, seperti yang terus berdetak di jam tangan kita setiap hari.” Yang kedua adalah kairos, yaitu “momen yang tepat, kesempatan ilahi yang Tuhan sisipkan di tengah aliran waktu biasa.”
Rasul Paulus lewat 2Korintus 6:2 menggunakan kata kairos ketika ia menuliskan bahwa “waktu ini adalah waktu perkenanan itu, hari ini adalah hari penyelamatan itu.” Ia sedang menegaskan bahwa ada momen-momen tertentu yang Tuhan hadir secara khusus, bukan sekedar hari biasa yang berlalu begitu saja.
Persoalannya, kita seringkali begitu sibuk mengisi “kronos” sehingga tidak menyadari “kairos” yang sedang Tuhan kerjakan. Kita disiplin mengatur jadwal, memenuhi target, dan menyelesaikan berbagai tanggung jawab harian, namun di tengah semua itu, bisa jadi kita melewatkan momen ketika Tuhan sedang berbicara, memanggil, atau membuka pintu kesempatan yang tidak akan datang dua kali. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” Pkh. 3:1. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri yang berbeda dari sekadar jadwal yang kita susun.
Kita bisa melihat contohnya dalam kehidupan orang Israel yang gagal mengenali waktu kunjungan Tuhan atas mereka, sebagaimana ditangisi Tuhan Yesus dalam Lukas 19:44, karena mereka tidak mengetahui saat mereka dilawat Tuhan. Mereka sibuk dengan rutinitas keagamaan, namun kehilangan kairos yang paling penting: “kedatangan Mesias di tengah-tengah mereka.” Seperti pesan serupa yang disampaikan Paulus di renungan kemarin agar “Kita mempergunakan waktu ini dengan baik” (Efesus 5:15-16) dan segera bangun dari tidur karena keselamatan sudah dekat (Roma 3:11).
Mengisi waktu dengan mengerjakan tanggung jawab kita memang adalah hal yang baik. Tetapi kita juga perlu peka dengan agenda Allah untuk kita kerjakan. Sehingga kita tidak melewatkan waktu perkenanan Tuhan yang kapanpun datang. Jangan menunda dan mengabaikan kesempatan satu jiwa diselamatkan.
Renungkan hari ini
- Apakah kesibukan sehari-hari pernah membuat kita tidak peka terhadap suara dan kehendak Tuhan?
- Apakah ada kesempatan yang Tuhan sedang berikan kepada kita saat ini yang tidak boleh kita tunda?
- Bagaimana kita dapat belajar membedakan antara sekadar menjalani waktu dan menangkap momen Tuhan?
Doa
Tuhan, berikan kami kepekaan rohani untuk mengenali waktu dan kesempatan yang Engkau berikan. Jangan biarkan kesibukan membuat kami melewatkan suara-Mu dan kesempatan untuk melakukan kehendak-Mu. Amin.
Artikel terkait

Tinggalkan Balasan