Bacaan Kitab Setahun: 2 Tesalonika 3; Mazmur 49–52

“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” (1 Timotius 5:8)

Bagi kita sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil juga sebagai “orang beriman” dan secara umum lawan katanya adalah orang yang tidak beriman alias orang yang mengingkari imannya atau orang yang murtad. Namun kalau kita membaca ayat yang ditulis oleh rasul Paulus, ia mendefinisikan “murtad” bukan hanya mengingkari iman percaya, tetapi ia menyebut seorang telah murtad bila seorang beriman yang percaya kepada Tuhan tetapi ia tidak memeliharakan sanak saudaranya. Tentu definisi ini bisa menjadi perenungan kita hari ini.

Memang seharusnya seorang beriman, bukan hanya seorang yang percaya kepada Tuhan tetapi ia sekaligus bisa menunjukkan buah dari imannya tersebut dengan melakukan perbuatan baik, salah satunya adalah memeliharakan keluarganya. Alkitab menuliskan dengan kalimat “kita harus menghasilkan buah-buah sesuai perbuatan kita” (Matius 3:8). Selain rasul Paulus, Tuhan Yesus juga pernah berkata-kata keras, Ia berkata: “Hai orang munafik!” kepada para ahli Taurat dan orang Farisi, “Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri. Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.” (Matius 15:5-8)

Jadi definisi murtad bukan hanya tidak percaya Tuhan, tidak beriman, tetapi termasuk juga orang yang memuliakan Tuhan dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh dari Tuhan, orang ini bisa juga disebut murtad. Demikian juga orang yang taat mempraktekkan agama tetapi tidak punya hati untuk memelihara keluarganya, orang ini lebih buruk daripada orang murtad.

Renungkan Hari Ini:

  • Apakah saya sudah sungguh-sungguh memelihara dan memperhatikan kebutuhan keluarga saya?
  • Apakah iman saya terlihat melalui tindakan nyata kepada orang-orang terdekat?
  • Adakah anggota keluarga yang selama ini saya abaikan karena kesibukan atau kepentingan pribadi?
  • Langkah apa yang akan saya lakukan hari ini untuk menunjukkan kasih Kristus kepada keluarga saya?

Doa:

Bapa di Surga, ampunilah apabila selama ini aku lebih sibuk dengan urusan lain daripada memperhatikan keluargaku. Ajarlah aku untuk membuktikan imanku melalui kasih, kepedulian, dan tanggung jawab kepada mereka yang Engkau percayakan. Jadikan keluargaku tempat di mana kasih-Mu nyata setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *