
Prinsip-prinsip yang dituliskan ini akan membuat para jomblo pria maupun wanita dapat menampilkan kualitas diri secara optimal sebagai pria yang sejati dan wanita yang bijak, sejak belum memiliki pasangan lawan jenis yang intim. Nah, mari kita simak isinya.
“Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” (1Tim. 5:1b-2)
Pertama-tama, saya ingin berbicara kepada kaum adam. Sebagai pria, kita mempunyai tugas penting dan perlu serius memikirkannya: menjadi pria sejati. Bagaimana kita dapat menjalin hubungan khusus dengan seorang wanita jika kita masih bingung bagaimana caranya menjadi pria sejati? Kita perlu memahami hal ini demi seorang wanita yang suatu saat nanti akan mendampingi kita, sebagai istri kita, sekaligus sebagai tanggung jawab kita kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai seorang pria.
Ini bukan perjalanan yang mudah. Pada umumnya, prialah (secara sadar atau tidak sadar) yang mengambil keputusan, entah menjadi pria yang pasif terhadap lawan jenisnya, atau sebaliknya, menjadi pria yang agresif dan otoriter terhadap wanita. Namun, Tuhan ingin agar kita menolak kedua pilihan tersebut. Pria yang dirancangkan oleh Firman Allah bukanlah pria yang pasif atau agresif, tetapi pria yang menjadi inisiator yang bersifat hamba – tegas namun lemah lembut; maskulin namun peduli; pemimpin sekaligus hamba. Kita dipanggil untuk menjadi pelindung bagi wanita, bukan penggoda.
Untuk itu, 4 prinsip praktis berikut ini akan menolong Anda berlatih di dalam fungsi dan peran Anda sebagai pria sejati.
1. Ambil peran sebagai pemimpin dan inisiator dalam hubungan dengan wanita
Memimpin adalah salah satu bentuk dari melayani. Saat Anda memberi arah, melontarkan ide dan mengawali pembicaraan atau kegiatan, Anda sedang melayani saudari-saudarimu para wanita. Ini bukan berarti bahwa Anda memperlakukan seorang wanita seolah-olah Anda adalah suaminya atau mengatur dia dalam mengambil keputusan penting bagi hidupnya.
Seorang wanita berkata kepada saya betapa kesalnya dia saat melihat teman-teman prianya yang hanya duduk-duduk saja dan menunggu si wanita merencanakan segalanya. Kepemimpinan yang bersifat hamba membutuhkan usaha. Artinya, kita perlu berinisiatif untuk melontarkan ide, menetapkan arah dan mengundang orang lain untuk ikut. Kepemimpinan bukanlah tirani, melainkan pelayanan yang kita berikan.
2. Jadilah pemimpin rohani dalam hubungan dengan wanita
Kaum adam, dalam pernikahan, kita dipanggil untuk menjadi pemimpin rohani atas rumah tangga kita. Karena itu sebelum menikah, mari kita berlatih memimpin di dalam persekutuan rohani dengan teman-teman dan dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Latihan ini akan membuat kita jauh lebih siap untuk melakukan hal serupa kelak dengan istri dan anak kita sendiri.
3. Lakukan hal-hal kecil yang mencerminkan kepedulian, respek dan keinginan untuk melindungi, dalam hubungan dengan wanita
Bagian ini sebenarnya sederhana. Jadilah pria sejati bagi wanita dalam hidupmu. Tujuannya ialah untuk menunjukkan melalui tindakan Anda, bahwa status mereka sebagai wanita adalah status yang terhormat. Biarkan mereka merasakan kepedulian dan sikap respek Anda sesering mungkin melalui hal-hal sederhana: bukakan pintu bagi mereka, tarik kursi jika mereka akan duduk di samping meja makan, temani mereka menuju ke pintu rumah atau ke mobil di malam hari.
Kalau Anda memerlukan lebih banyak petunjuk, coba tanyakan pada wanita Kristen yang lebih dewasa. Anda akan kaget betapa senangnya mereka memberi petunjuk!
4. Dukung kaum hawa untuk mempraktikkan kewanitaannya sesuai dengan Alkitab
Temukan cara-cara untuk mendukung saudari-saudari seiman kita dalam berperan dan berfungsi sebagai wanita. Saat mereka memberi kesempatan kepada Anda untuk memimpin, nyatakan rasa terima kasih. Saat mereka bersikap rendah hati dan bijak, berikan dorongan semangat kepada mereka. Kewanitaan bukan kelemahan, melainkan keindahan, dan ini perlu kita dukung agar semakin terpancar.
(Disadur dari buku “Boy Meets Girl” karya Joshua Harris.)
Artikel terkait:
- Liburan Bareng Pacar Seru Sih, Tapi Kamu Perlu Sepakati Dulu 4 Batasan Wajib Ini
- 8 Kebohongan Iblis yang Merusak Pernikahan
- Mengenal Luka Diri Agar Pernikahan Lebih Sehat
- Andalkan Iman Bagi Pemulihan Keluarga
- Bukan Orang Lain, Si Kecil Baru Bisa Dapat Hal Berharga Ini Kalau Main Sama Ayah
- Keluargaku Gereja Pertamaku

Tinggalkan Balasan