Dalam mengelola keuangan kita, investasi adalah sesuatu yang penting dilakukan karena bisa menjamin masa depan seseorang. Cara orang berinvestasi bermacam-macam. Ada yang jangka pendek, ada jangka panjang. Bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu menabung, deposito, ada yang memilih pasar uang, saham, berinvestasi dalam bentuk-bentuk fisik seperti emas dan/atau jenis-jenis batu permata, menanamkan modal untuk membangun usaha, investasi tanah/rumah maupun lewat berbagai bentuk asuransi. Semua bentuk investasi itu pun tentu memiliki faktor resiko yang berbeda-beda.
Orang percaya tentu boleh melakukan investasi di dunia, namun kita juga harus melakukan investasi di dalam kerajaan Allah. Firman Allah memberikan alasan mengapa kita perlu melakukannya.
Pertama, karena menyimpan harta di dunia tidak kekal.
Harta di dunia amat mudah rusak dan hilang. Seringkali kita bekerja begitu keras untuk mendapatkan sesuatu namun karena satu dan lain hal, apa yang telah kita kumpulkan selama ini bisa hilang begitu saja. Tuhan tidak ingin usaha keras kita hilang percuma dan sia-sia. Oleh karena itu, Ia mengajarkan kita untuk mengonversi (mengubah) harta yang fana ini menjadi sesuatu yang bernilai kekal/abadi.
Kedua, menyimpan harta di sorga membuat hati kita tidak terikat pada harta dunia (Matius 6:21-24).
Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Uang adalah hamba yang baik, namun bila hati kita sampai terikat kepada uang, maka uang akan menjadi tuan yang sangat kejam bagi hidup kita. Cara mengukurnya adalah: jika kita begitu sayang dengan harta benda sehingga kita tidak dapat berbagi atau memberi (baik bagi pekerjaan Tuhan maupun bagi orang yang kekurangan), maka berarti hati kita sudah terikat dengan Mamon.
Ketiga, Tuhan ingin hidup kita diberkati berlimpah-limpah (2 Korintus 9:6-8).
Firman Allah berkata, saat kita menabur harta kita di dalam kerajaan Allah dengan hati yang rela dan dengan sukacita, maka Tuhan berjanji akan memberkati hidup kita dengan berlimpah-limpah selama di dunia. (FD)

Tinggalkan Balasan