Bacaan Kitab Setahun : Lukas 5; Maz. 107-109.

“dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14)

Ketika Adam jatuh ke dalam dosa, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Tuhan berkata, “Terkutuklah tanah karena engkau” (Kej. 3:17). Tuhan tidak berkata tanah dikutuk karena kesalahan tanah, tetapi karena manusia. Tanah yang sebelumnya menghasilkan kelimpahan kini mengeluarkan semak duri dan rumput duri. Kutuk atas tanah bukanlah hukuman bagi bumi, melainkan akibat dari kegagalan manusia sebagai pengelola yang ditetapkan Tuhan.

Namun Tuhan tidak pernah meninggalkan rencana-Nya untuk bumi. Sejak jatuh dalam dosa, Tuhan telah menyiapkan jalan pemulihan. Banyak orang berdoa agar Tuhan memberkati negeri mereka, tetapi Tuhan terlebih dahulu memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya. Ketika umat-Nya merendahkan diri, berdoa dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat maka Tuhan akan mengampuni dan memulihkan negeri mereka. Jadi pemulihan ekonomi, sosial, lingkungan, dan spiritual dimulai dari pemulihan hubungan dengan Tuhan. Pemulihan negeri dimulai dari umat Tuhan yang bertobat dan berdoa. Ketika hati umat dipulihkan, maka Tuhan mulai bekerja memulihkan tanah, masyarakat, dan bangsa. Mungkin kita bukan bagian penting di pemerintahan, tetapi orang percaya memiliki akses langsung kepada Sang Raja segala raja dan berdoa bagi pemulihan bangsa. Kita tidak dipanggil hanya untuk menikmati berkat-Nya, tetapi juga untuk mengambil bagian dalam rencana-Nya bagi kota dan bangsa kita. Salah satu panggilan terbesar setiap orang percaya adalah berdiri di hadapan Tuhan dan berdoa bagi pemulihan negeri. Ketika kita berlutut dalam doa, kita sedang melakukan pekerjaan yang berdampak besar bagi masa depan negeri.

Jangan hanya mengeluhkan keadaan negeri : korupsi, kemiskinan, ketidakadilan, perpecahan, atau kerusakan moral. Firman mengajarkan solusinya bukan keluhan, melainkan bertobat dan berdoa. Tuhan tidak meminta umat-Nya hanya menjadi penonton tetapi memanggil kita untuk menjadi penjaga yang berjaga di atas tembok, mengangkat suara kepada-Nya siang dan malam. Saat hati kita selaras dengan kehendak Bapa, kita dapat menjadi saluran berkat yang memulihkan tanah, kota, dan negeri tempat Tuhan menempatkan kita. DD

Renungkan Hari Ini

  1. Sudahkah saya sungguh-sungguh berdoa bagi pemulihan Indonesia, atau selama ini saya lebih sering mengeluhkan keadaan negeri?
  2. Adakah bagian dalam kehidupan saya yang perlu saya pertobatkan agar hubungan saya dengan Tuhan semakin dipulihkan?
  3. Bagaimana saya dapat mengambil bagian secara nyata dalam membawa kebaikan dan pemulihan bagi lingkungan, keluarga, dan masyarakat di sekitar saya?
  4. Apakah doa saya selama ini hanya berfokus pada kebutuhan pribadi, atau sudah mencakup bangsa, pemimpin, dan masa depan negeri?

Doa

Tuhan, kami bersyukur untuk bangsa dan negeri yang Engkau tempatkan bagi kami. Ampuni kami jika selama ini kami lebih banyak mengeluh daripada berdoa, lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada memeriksa hati kami sendiri. Pulihkan hubungan kami dengan-Mu dan ajarlah kami hidup dalam pertobatan dan ketaatan.

Tuhan, kami berdoa bagi Indonesia. Berikan hikmat kepada para pemimpin, tegakkan keadilan, jauhkan bangsa kami dari perpecahan, korupsi, kekerasan, dan segala bentuk kejahatan. Pulihkan kehidupan masyarakat, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan moral bangsa kami. Pakailah kami menjadi alat-Mu untuk membawa damai, kebenaran, kasih, dan pemulihan di mana pun kami berada. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Artikel terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *