“Jawab Elisa kepadanya: ‘Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunyai di rumah.’ Berkatalah perempuan itu: ‘Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.’”
(2 Raja-raja 4:2)

Belakangan ini rasa cemas kita terasa semakin meningkat mendengar harga bahan pokok terus melambung, harga minyak dunia yang memengaruhi harga bahan bakar kendaraan, bisnis yang terasa lesu, dan berita tentang krisis global yang membuat kita menghela napas panjang. Setiap ibu rumah tangga atau kepala keluarga mulai merasakan sulitnya keuangan saat ini.

Jujur saja, siapa pun merasa dilema ketika penghasilan sudah tidak lagi mampu menutupi banyak kebutuhan. Kita pasti sama-sama merasa cemas dan kepikiran sampai di tengah malam.

Tetapi di tengah krisis yang kita alami bersama ini, saya diingatkan satu hal penting bahwa “Tuhan tidak pernah tinggal diam.” Seringnya Tuhan memakai masa sulit sebagai cara untuk memproses kita.

Ingat kisah janda di 2 Raja-raja 4:1-7. Ia nyaris kehilangan segalanya karena utang. Saat dia datang kepada Elisa dengan keputusasaan, Elisa justru bertanya,

“Apa yang ada di rumahmu?”

Ia hanya punya sedikit minyak. Namun, ketika ia taat meminjam bejana dan mulai menuangkan minyak itu, mujizat terjadi! Minyak itu mengalir terus sampai tidak ada lagi bejana kosong.

Tuhan bukan pesulap yang membuat sesuatu dengan udara kosong, tetapi Dia adalah “Pembuat Mujizat” yang melipatgandakan apa yang ada di tangan kita.

Mungkin saat ini keuangan Anda terasa kurang dan terbatas, atau mungkin Anda sedang menanggung krisis karena menjadi pengelola yang kurang bijak di masa lalu. Apa pun situasinya saat ini, mari membawanya kepada Tuhan! Dia adalah Tuhan yang mampu mengendalikan segala sesuatunya.

Sekalipun begitu terbatas, mari belajar untuk disiplin mengelola apa yang ada, berhenti meminjam secara tidak bijak, dan tetap murah hati.

Dengan cara ini, kita sebenarnya sedang menyerahkan “bejana” hidup kita untuk diisi Tuhan.

Surga tidak mengenal istilah “resesi”. Fokus Tuhan adalah membentuk karakter kita agar mampu mengelola berkat-Nya. Jika kita setia pada perkara kecil, Tuhan akan membuka pintu-pintu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *