Bacaan Kitab Setahun : Ibrani 12; Yes. 37-38.

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,” Markus 13:35

Bayangkan Anda membuat janji temu dengan seorang pejabat atau pimpinan perusahaan untuk membahas satu hal yang sangat penting dan sudah Anda persiapkan dengan serius. Tiba-tiba saja, orang tersebut mengabari bahwa dirinya terjebak macet. Anda tidak tahu persis kapan ia datang, Anda hanya diberi tahu estimasi waktunya. Menunggu dalam situasi seperti ini menuntut kita untuk tetap siap. Kita tidak tahu persis waktunya, tetapi kita bisa menentukan bagaimana kita mengisi waktu tunggu yang ada. Masalahnya, semakin lama menunggu, semakin mudah kita lengah. Perhatian mulai teralihkan, dan tanpa sadar kita mulai bersikap sembarangan.

Hal serupa dapat terjadi dalam kehidupan rohani kita. Dalam Markus 13:33-37, Yesus memerintahkan murid²Nya untuk berjaga² karena tidak seorang pun tahu kapan waktunya tiba. Ia menggambarkan diri-Nya seperti seorang tuan yang pergi dan mempercayakan rumahnya kepada para hamba, masing² dengan tugasnya. Selama sang tuan belum kembali, mereka tidak boleh menunggu dengan pasif atau sembarangan, melainkan tetap menjalankan tanggung jawab yang telah dipercayakan.

Pesan ini juga untuk kita. Menantikan kedatangan-Nya bukan alasan untuk hidup sembarangan, melainkan tetap setia menjalani apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita tidak perlu mengetahui kapan Kristus datang untuk hidup dengan setia; kita hanya perlu hidup seolah-olah Dia dapat datang kapan saja. Sebab peringatan Yesus sangat jelas: “Jangan-jangan ia datang tiba-tiba dan kamu didapatinya sedang tidur.” Karena itu, stop bertanya, “Kapan Tuhan datang?”, tetapi renungkan, “Jika Tuhan datang hari ini, dalam keadaan seperti apa Ia akan mendapati hidup kita?” Apakah Ia mendapati kita tetap setia, atau justru terlena oleh kenyamanan, kesibukan, dan perkara² dunia sampai tidak lagi peka terhadap kedatangan-Nya?

Berjaga-jaga berarti menjalani setiap hari dengan kesiapan dan kesetiaan, bukan karena kita tahu kapan Kristus datang, tetapi karena kita tahu bahwa Ia pasti datang. Dan ketika Ia datang, kiranya Ia tidak mendapati kita sedang tidur, melainkan sedang setia menjalankan apa yang telah dipercayakan-Nya. [JW, LS]

Renungkan Hari Ini

  1. Jika Tuhan Yesus datang hari ini, apakah aku sedang menjalani hidup dengan setia kepada-Nya?
  2. Apakah ada kesibukan, kenyamanan, atau perkara dunia yang membuatku kurang peka terhadap Tuhan?
  3. Tanggung jawab apa yang Tuhan percayakan kepadaku dan perlu kulakukan dengan lebih sungguh-sungguh?
  4. Bagaimana aku dapat berjaga-jaga secara rohani tanpa hidup dalam ketakutan tentang kedatangan Tuhan Yesus?

Doa

Tuhan Yesus, ajar aku hidup dengan setia dan berjaga-jaga setiap hari. Ampuni aku ketika terlena oleh kesibukan dan kenyamanan dunia. Tolong aku menjalankan setiap tanggung jawab yang Engkau percayakan dengan hati yang taat, supaya ketika Engkau datang, Engkau mendapati aku tetap setia kepada-Mu. Amin.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *