Istilah suami provider sering muncul dalam pembicaraan tentang pasangan. Biasanya, istilah ini merujuk pada suami yang mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Namun, dalam kehidupan pernikahan, kebutuhan istri tentu lebih luas daripada yang berkaitan dengan belanja. Ada kebutuhan untuk diperhatikan, dilindungi, dan dirawat. Efesus 5:28–29 mengajarkan suami untuk mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri, dengan mengasuh dan merawatnya. Artinya, tanggung jawab suami juga terlihat dari bagaimana ia memperlakukan istrinya setiap hari.

Alkitab tidak memakai istilah suami provider seperti yang populer sekarang.

Meski begitu, kita bisa melihat berbagai bentuk tanggung jawab tersebut melalui lima tokoh berikut.

1. Elkana memperhatikan kebutuhan dan perasaan Hana. Dalam 1Sam. 1:4–8, Elkana memberikan bagian korban kepada anggota keluarganya. Ia memberikan bagian khusus kepada Hana karena mengasihinya. Ketika Hana menangis dan tidak mau makan, Elkana menyadari kesedihannya dan berusaha menghiburnya. Perkataannya mungkin belum sepenuhnya menjawab pergumulan Hana yang mendalam, tetapi ia menunjukkan perhatian terhadap keadaan istrinya.

Dari Elkana, kita melihat bahwa menyediakan kebutuhan keluarga perlu disertai kepedulian. Suami juga perlu mengenali saat istrinya sedang terluka dan bersedia mendengarkan apa yang dirasakannya.

2. Boas menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata. Sebelum menjadi suami Rut, Boas memastikan Rut dapat memungut jelai dengan aman di ladangnya. Ia mengizinkannya minum dari persediaan para pekerja, mengajaknya makan, dan memerintahkan para pekerjanya meninggalkan tambahan jelai untuk Rut. Tindakan dalam Rut 2:8–16 ini membantu Rut memenuhi kebutuhan dirinya dan Naomi. Boas kemudian mengambil tanggung jawab sebagai penebus yang menikahi Rut, sebagaimana dicatat dalam Rut 4:9–13.

Memang, penyediaan makanan itu terjadi sebelum pernikahan mereka. Namun, kisah ini memperlihatkan karakter Boas yang peduli terhadap kebutuhan Rut dan bersedia bertindak untuk menolongnya.

3. Yakub bekerja untuk membangun kehidupan keluarganya. Yakub bekerja bertahun-tahun kepada Laban. Dalam Kejadian 30:30, ia menyampaikan keinginannya untuk mulai bekerja bagi rumah tangganya sendiri. Pernyataan itu menunjukkan kesadaran bahwa keluarganya membutuhkan sumber penghidupan. Ia kemudian membuat kesepakatan kerja dengan Laban dan mengusahakan ternaknya.

Kehidupan pernikahan Yakub penuh persoalan, sehingga tidak semua tindakannya patut diteladani. Namun, dalam hal ini, kita melihat kemauannya untuk bekerja dan memikirkan kebutuhan rumah tangganya. Tanggung jawab ekonomi membutuhkan usaha, ketekunan, dan perencanaan.

4. Yusuf mengambil langkah untuk melindungi keluarganya. Ketika mendapat peringatan bahwa Herodes hendak membunuh Yesus, Yusuf segera membawa Maria dan Yesus ke Mesir. Matius 2:13–14 mencatat bahwa ia berangkat pada malam itu juga. Yusuf bersedia menghadapi perjalanan dan perubahan tempat tinggal demi keselamatan keluarganya. Ia mengambil tindakan ketika ancaman datang.

Alkitab juga menyebut Yusuf sebagai tukang kayu dalam Matius 13:55, meskipun tidak menjelaskan secara rinci bagaimana ia memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Hal yang paling jelas dari kisahnya adalah kesediaan untuk menjaga Maria dan Yesus, bahkan ketika hal itu menuntut perubahan besar dalam hidupnya.

5. Abraham menyediakan sumber daya bagi rumah tangganya. Kejadian 13:2 mencatat bahwa Abraham memiliki banyak ternak, perak, dan emas. Sumber daya tersebut menjadi bagian dari kehidupan rumah tangganya. Ketika Sara meninggal, Abraham juga mengurus dan membeli tempat pemakaman bagi istrinya. Kej. 23 memperlihatkan bagaimana ia menangani kebutuhan tersebut dengan sungguh². Meskipun, Abraham pernah mengambil keputusan yang membahayakan Sara dengan menyebutnya sebagai saudara demi keselamatannya sendiri. Kisah ini mengingatkan kita bahwa kemampuan materi perlu disertai keberanian untuk menjaga kepentingan pasangan.

Menjadi provider berarti bersedia mengambil tanggung jawab

Kelima tokoh ini menunjukkan bentuk tanggung jawab yang berbeda, mulai dari menyediakan kebutuhan, bekerja bagi keluarga, hingga memberikan perhatian dan perlindungan. Prinsip memelihara keluarga juga ditegaskan dalam 1Tim. 5:8. Ayat ini berlaku bagi orang percaya secara umum, sementara Efe. 5:25 secara khusus mengajak suami mengasihi istrinya dengan kasih yang rela berkorban. Menjadi suami provider tidak mengharuskan seseorang kaya, dan tidak berarti istri dilarang bekerja. Yang perlu dibangun adalah kesediaan untuk mengambil tanggung jawab, membicarakan kebutuhan bersama, dan mengusahakan kesejahteraan keluarga. Pertanyaannya? Apakah aku sudah memahami kebutuhan istriku? Apakah pekerjaanku disertai perhatian terhadap keluarga? Apakah kehadiranku membuat mereka merasa dikasihi dan dijaga? Dari jawaban dan tindakan sehari-hari itulah, tanggung jawab seorang suami menjadi nyata.

Sumber : Jawaban.com

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *